Epilepsi Tidak Ada Kaitannya Dengan Faktor Keturunan

DokterSehat.Com – Epilepsi masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi momok bagi beberapa orang. Banyak masyarakat yang bahkan mangasosiasikan epilepsi dengan sebuah gejala yang mirip dengan kerasukan arwah atau mahluk astral lain mengingat saat penderitanya terkena serangan epilepsi, Ia akan kejang-kejang dan kesulitan mengendalikan perilakunya. Mitos lain yang dipercaya oleh masyarakat adalah epilepsi kerap kali dianggap sebagai penyakit keturunan. Apakah ini benar adanya?

14169715006_166536c082_o

Pakar kesehatan menyebutkan jika masyarakat Indonesia memang masih belum benar-benar memahami tentang epilepsi dan mitos tentang epilepsi yang dianggap sebagai penyakit keturunan ternyata sama sekali tidak benar adanya. Dalam dunia medis, kejang yang terjadi saat penderitanya terkena serangan epilepsi justru terjadi karena adanya kerusakan pada sel-sel saraf dan membutuhkan bantuan medis dengan segera, bukannya bantuan dari dukun atau ahli lainnya.

Dalam realitanya, jika penderita epilepsi sering memeriksakan kondisinya ke dokter dan mendapatkan terapi yang tepat, maka Ia pun akan lebih bisa mengendalikan kesehatannya dan tidak lagi mudah terkena serangan kejang-kejang. Banyak contoh dimana penderita epilepsi justru bisa hidup layaknya orang biasa dan berprestasi dalam dunia akademika atau bahkan olahraga. Pakar kesehatan bahkan mengklaim jika penderita epilepsi kini bisa semakin mudah memeriksakan kondisinya di puskesmas atau rumah sakit terdekat jika ingin lebih baik dalam mengendalikan serangan epilepsi.

Di Indonesia sendiri kini telah banyak memiliki komunitas yang peduli pada penderita epilepsi yang tersebar di berbagai daerah dan kota besar. Adanya komunitas ini diharapkan mampu membuat masyarakat menjadi lebih paham tentang penyakit epilepsi dan tidak melakukan diskriminasi pada penderitanya karena menganggapnya sebagai penyakit yang mengerikan dan penderitanya pun cenderung dijauhi oleh masyarakat.