Ulkus Peptikum – Epidemiologi dan Penyebab

Ulkus peptikum adalah kondisi yang sangat umum di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

ulkus peptikum doktersehat

  • Di Amerika Serikat, sekitar 10% populasi akan mengembangkan ulkus duodenum di beberapa waktu dalam kehidupan mereka.
  • Penyakit ulkus peptikum mempengaruhi sekitar 4,6 juta orang setiap tahunnya.
  • Terjadinya penyakit ulkus peptikum sama pada pria dan wanita. Sekitar 11% -14% pria dan 8% -11% wanita akan mengalami penyakit ulkus peptikum dalam hidup mereka.
  • Tingkat kematian penyakit ulkus peptikum kira-kira 1 kematian per 10.000 kasus. Angka kematian akibat pendarhaan ulkus sekitar 5%.

Ulkus lambung bisa terjadi pada usia berapapun, meski jarang terjadi pada anak-anak dan remaja.

Kabar baiknya adalah bahwa kita telah belajar banyak tentang ulkus lambung dalam 20 tahun terakhir dan penatalaksanaan efektif sudah tersedia.

Apa penyebab ulkus peptikum?
Saat Anda makan, perut Anda menghasilkan asam hidroklorida dan enzim yang disebut pepsin untuk mencerna makanan.

  • Makanan sebagian dicerna di lambung dan kemudian beralih ke duodenum untuk melanjutkan prosesnya.
  • Ulkus peptikum terjadi ketika asam dan enzim mengatasi mekanisme pertahanan saluran cerna dan mengikis dinding mukosa.

Dulu diduga ulkus disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti kebiasaan makan, merokok, dan stres.

  • Sekarang dipahami bahwa orang dengan ulkus memiliki ketidakseimbangan antara asam hidroklorida dan pepsin ditambah dengan ketidakmampuan saluran pencernaan untuk melindungi dirinya dari zat ini.
  • Penelitian yang dilakukan pada tahun 1980-an menunjukkan bahwa ulkus disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Helicobacter pylori, biasa disebut H pylori.
  • Tidak semua orang yang menderita ulkus terinfeksi H pylori. Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat menyebabkan ulkus jika diminum secara terus menerus.

Beberapa jenis terapi medis dapat menyebabkan terbentuknya ulkus. Faktor berikut dapat melemahkan pelindung mukosa lambung sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya ulkus dan memperlambat penyembuhan ulkus yang memang telah ada.

  • Aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (seperti ibuprofen dan naproxen), dan obat antiinflamasi yang lebih baru (seperti celecoxib [Celebrex])
  • Alkohol
  • Stres: Fisik (luka parah atau luka bakar, operasi besar)
  • Kafein
  • Merokok
  • Terapi radiasi: Digunakan untuk penyakit seperti kanker
Ulkus Peptikum – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10