Ensefalitis, Peradangan Otak Pada Anak

DokterSehat.Com – Ensefalitis merupakan gangguan atau penyakit karena terjadi inflamasi di bagian otak. Ensefalitis juga dikenal dengan istilah radang otak. Ensefalitis pada umumnya terjadi disebabkan oleh virus. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai orang dewasa hingga anak-anak. Ensefalitis memiliki gejala seperti flu. Terdapat dua jenis ensefalitis, yakni ensefalitis yang terjadi secara langsung di otak dan ensefalitis yang disebabkan oleh terganggunya sistem kekebalan tubuh hingga akhirnya menyerang otak.



Penyebab

  • Sebagian besar ensefalitis disebabkan oleh infeksi virus. Ada berbagai jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit ini, yakni virus herpes simpleks, virus rabies, dan virus yang dibawa oleh nyamuk.
  • Faktor pemicu terjadinya ensefalitis pada anak, yakni kekebalan tubuh yang kurang baik dan lingkungan tempat tinggal yang banyak nyamuk.

Beberapa virus tidak secara khusus menginfeksi otak, tetapi menyebabkan terjadinya reaksi kekebalan yang secara tidak langsung menyebabkan terjadinya peradangan pada otak. Ensefalitis jenis ini dapat terjadi setelah melakukan imunisasi campak, cacar air atau campak Jerman. Selanjutnya peradangan terjadi dalam waktu 5-10 hari yang bisa menjadi penyebab kerusakan saraf yang serius.

Gejala

  • Demam
  • Pusing
  • Nyeri pada sendi
  • Lemah

Pada beberapa kasus yang parah, ensefalitis menunjukkan gejala :

  • Kejang
  • Sakit kepala yang cukup parah
  • Pandangan kabur
  • Pandangan kabur
  • Halusinasi
  • Gangguan pendengaran dan berbicara

Pada bayi dan balita, gejalanya yakni :

  • Bagian atas kepala mengembung
  • Mual dan muntah
  • Rewel
  • Kejang

Pencegahan

  • Menjaga kebersihan tangan anak dengan mengajarinya mencuci tangan hingga bersih setiap kali dari toilet dan sebelum dan sesudah makan.
  • Melakukan vaksinasi.
  • Tidak berbagi peralatan pribadi dengan orang lain.
  • Tidak membiarkan rumah dihinggapi banyak nyamuk dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
Baca Juga:  Waspada Penggunaan Imunomodulator Pada Anak

Diagnosa

Diagnosa ensefalitis dilakukan dengan mendasarkannya pada gejala-gejala yang ada berikut hasil pemeriksaan fisik. Selain itu, ada juga pemeriksaan penunjang lain, yakni :

  • Melakukan tes darah
  • CT Scan atau MRI
  • Biopsi otak
  • Electroencephalogram (EEG)

Pengobatan dan perawatan

Pengobatan ensefalitis dilakukan untuk mengurangi gejala-gejala yang ada, seperti mengurangi kejang dan demam, memberi tindakan penunjang hidup (seperti alat bantu napas), hingga infeksi mereda. Belum ada terapi spesifik yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ini. Penderita ensefalitis sebaiknya mendapatkan istirahat dan asupan cairan yang cukup.