Penyakit Eksim – Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Penyakit Eksim - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Eksim adalah jenis penyakit kulit berupa ruam yang sangat gatal. Tidak ada seorang pun yang ingin mengalami penyakit eksim. Penyakit kulit eksim ini bisa membuat aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu karena harus terus-terusan menggaruk kulit atau memilih untuk menahan rasa gatal yang sangat menyiksa. Memang benar, eksim adalah sebuah kondisi kulit yang menimbulkan rasa gatal, kering, dan merah.

Walaupun tidak menular, kelainan ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian kulit yang terkena. Untuk diketahui, eksim juga dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh. Tentu hal ini sangat mengganggu karena sepanjang hari Anda harus menahan rasa gatal dan rasa gatal tersebut tidak kunjung hilang meskipun jika Anda sudah mandi maupun membersihkan diri.

Gejala Eksim

Gejala eksim adalah rasa gatal pada kulit, kering, menebal secara kronis, dan biasanya terdapat pada tangan, leher, wajah dan kaki. Terkadang rasa gatal dapat muncul bahkan sebelum ada ruam. Rasa gatal pada eksim adalah gejala yang paling menyiksa karena tidak kunjung menghilang.

Pada awalnya, ruam akan berwarna merah kemudian akan berubah menjadi kecokelatan. Lepuh bisa terjadi ketika ruam tersebut terkena infeksi. Setelah berair, lepuh tersebut akan berubah menjadi koreng dan kupasan kulit. Sementara itu, eksim yang terjadi pada anak-anak biasa terjadi di lutut bagian dalam, pergelangan tangan dan siku.

Secara garis besar, gejala eksim adalah:

  • Terjadi ruam yang tidak jelas penyebabnya dan memiliki riwayat keluarga eksim atau asma.
  • Peradangan tidak membaik terhadap pengobatan dengan lotion dan krim emolien.
  • Terdapat kerak coklat muda atau lecet bernanah pada kulit yang bereksim. Ini menunjukkan infeksi penyebab eksim berupa bakteri yang harus diobati dengan antibiotik.
  • Jika Anda terkena eksim dari orang dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus seperti herpes.
  • Jika herpes berisi berisi cairan lalu seperti melepuh di daerah eksim kemungkinan itu adalah suatu eksim herpeticum, komplikasi yang jarang namun berpotensi serius yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Diagnosis Penyakit Eksim

Anda tentunya sudah tahu apa itu eksim. Untuk mendiagnosa penyakit eksim basah atau eksim kering, pertama-tama dokter akan membicarakan soal gejala dan riwayat penyakit keluarga. Selain itu, dokter juga akan bertanya tentang kondisi lain yang berhubungan dengan alergi medis seperti, asma, biduren, alergi makanan, dll.

Setelah itu, biasanya dokter akan melakukan uji alergi untuk mengetahui pemicu atau iritan apa yang harus dihindari di kemudian hari agar penyakit eksim basah atau eksim kering yang diderita tidak muncul kembali setelah sembuh.

Untuk penyakit kulit kasus yang parah, biasanya dokter akan menyarankan cara mengobati eksim tar seperti fototerapi ultraviolet dan penekan sistem imun seperti siklosporin. Alternatif lain yang dapat dipilih adalah cara pengobatan eksim menggunakan psikodermatologi, yaitu cabang ilmu baru di dermatologi sebagai pendekatan alternatif terhadap penyakit kulit menggunakan teknik psikologi seperti relaksasi dan hipnosis.

Eksim Kering

Penyakit eksim kering adalah jenis eksim yang sering dialami anak-anak. Jenis penyakit kulit ini menyebabkan kulit terasa kering, gatal, muncul ruam merah, dan peradangan kulit. Meskipun cenderung terjadi pada anak-anak, eksim kering juga bisa menyerang orang dewasa.

Gejala eksim kering meliputi: kulit menebal, pecah, kering-kering dan bersisik; rasa gatal yang berlebihan pada malam hari; kulit seperti melepuh.

Cara Pengobatan Eksim – Apa Obat Eksim?

Cara mengobati eksim dilakukan dengan proses penyembuhan dengan terapi dasar terlebih dahulu. Penggunaan pelembap (krim, lotion, atau salep eksim) dapat membantu menjaga kelembapan alami kulit. Pelembab atau salep eksim ini sangat efektif apabila digunakan setelah mandi atau setidaknya satu kali setiap harinya.

Biasanya, dokter akan merekomendasikan pemberian krim hidrokortison (kortikosteroid potensi lemah) dalam kasus yang ringan selain salep eksim. Obat eksim ini dapat ditemukan di apotek. Selain itu, dokter juga bisa meresepkan krim kortikosteroid potensi kuat ketika eksim menjadi parah.

Jenis obat eksim lain yang biasanya disarankan adalah obat yang disebut imunomodulator topikal. Obat eksim ini dipercaya dapat membantu mengendalikan peradangan dan mengurangi reaksi sistem kekebalan tubuh bila diterapkan ke kulit. Contohnya adalah pimecrolimus dan tacrolimus. Obat-obatan ini dianggap efektif setara dengan kortikosteroid topikal.

Meski begitu, pimecrolimus atau tacrolimus tidak direkomendasikan untuk sebagai obat eksim ringan atau sebagai pengobatan lini pertama untuk eksim dengan keparahan apapun. Pimecrolimus dan Tacrolimus hanya direkomendasikan sebagai pilihan untuk pengobatan lini kedua dan hanya untuk orang-orang yang berusia di atas 20 tahun.

Jika obat eksim sebelumnya tidak membuat kondisi kulit lebih baik, dokter mungkin akan meresepkan obat kortikosteroid oral. Obat eksim ini harus dikonsumsi dengan hati-hati dan harus menggunakan resep dokter. Jika cara ini tidak juga mengurangi rasa gatal, sepertinya Anda harus memeriksakan kondisi ke dokter kulit.

Berikut ini beberapa tips tambahan untuk mengendalikan dan mengatasi penyakit kulit eksim:

  • Hindari memakai pakaian ketat.
  • Pakailah sarung tangan pada malam hari untuk meminimalkan kerusakan kulit dari kuku.
  • Hindari berkeringat atau berolahraga selama terjadi kekambuhan.
  • Jika agen penyebab eksim tidak dapat dihapus atau diidentifikasi, langkah berikutnya adalah untuk mengurangi respon inflamasi alergi.
  • Oleskan krim steroid potensi ringan (hidrokortison), bersama dengan lotion anti-gatal (seperti caladine). Krim ini bisa mengurangi gejala eksim yang mengganggu.
  • Bersihkan area dengan sabun hipoalergenik setiap hari dan berikan emolien setelah mandi.
  • Hindari stres fisik dan mental agar tidak menjadi pemicu adanya infeksi penyebab eksim.
  • Jangan memanaskan atau mendinginkan kulit berlebihan.
  • Konsumsi makanan yang bergizi dan jaga kualitas tidur dengan baik untuk mencegah kambuhnya eksim.
  • Waspada terhadap makanan dan alergen yang dapat memicu kekambuhan eksim
  • Hindari menggaruk kulit secara berlebihan karena bisa menimbulkan luka atau iritasi.