Ejakulasi Tertunda Pada Pria

DokterSehat.com – Ejakulasi tertunda merupakan kebalikan dari ejakulasi dini. Gangguan ejakulasi ini membuat pria membutuhkan rangsangan seksual yang lebih lama untuk orgasme dan mengeluarkan air mani dari penis. Bahkan sebagian pria yang mengalami ejakulasi tertunda tidak bisa ejakulasi sama sekali.



Gangguan ejakulasi tertunda bisa bersifat sementara atau seumur hidup. Jika berlangsung terus menerus tertundanya ejakulasi akan menyebabkan stres pada penderita atau pasangannya.

Penyebab

Gangguan ejakulasi bisa disebabkan beberapa faktor, seperti:

  • Usia, seiring bertambahnya usia maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai orgasme akan semakin lama.
  • Obat-obatan tertentu seperti mesoridazin, tioridazin, dan beberapa obat tekanan darah juga bisa mempengaruhi proses ejakulasi.
  • Efek samping dari obat anti-depresi.
  • Penyakit diabetes juga dapat mengakibatkan gangguan ejakulasi.
  • Faktor psikis seperti ketakutan saat penetrasi (masuknya penis dalam vagina) dan ketakutan untuk mengalami ejakulasi di depan pasangannya.

Gejala

Pria yang memiliki gangguan ejakulasi tertunda membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk mendapatkan rangsangan seksual supaya mengalami orgasme dan ejakulasi, bahkan terkadang penderita tidak dapat ejakulasi sama sekali.

Biasanya pria dengan gangguan ejakulasi tertunda tidak bisa mencapai orgasme saat berhubungan seks, namun bisa ejakulasi dengan rangsangan tangan atau rangsangan oral. Sebagian pria bisa mengalami ejakulasi hanya dengan masturbasi.

Diagnosa

Penderita tidak dapat mengalami ejakulasi, baik selama melakukan hubungan seksual maupun pada perangsangan manual di hadapan pasangannya.

Pengobatan

Pada dasarnya ejakulasi tertunda bisa terjadi akibat beberapa faktor misalnya penyakit kronis, obat-obatan tertentu, atau tindakan operasi. Karena itu, pengobatan ejakulai tertunda tergantung dari penyebabnya.