Efektifkah Alat Kontrasepsi pada Pria untuk Pencegahan Kehamilan?

doktersehat-kondom-seks-seksualitas-seks

DokterSehat.Com – Setelah menikah dan memiliki satu anak, pasangan selalu disarankan untuk melakukan KB dan menggunakan alat kontrasepsi. Alat ini bisa digunakan atau dikonsumsi oleh wanita atau digunakan oleh pria.

Alat kontrasepsi memiliki kecocokan yang berbeda-beda pada setiap pasangan. Ada pasangan yang nyaman dengan pil atau suntik KB meski membuat wanita jadi lebih berisi. Selanjutnya ada yang nyaman dengan IUD meski tidak sedikit pria yang menolak karena tidak nyaman saat berhubungan badan.

Untuk mengatasi permasalahan seks yang dialami dan tidak membuat wanita jadi gemuk karena hormon, pria akhirnya menggunakan alat kontrasepsi. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, seberapa efektif kontrasepsi pada pria?

Kondom

Kondom digunakan untuk mencegah keluarnya cairan mani yang berisi sperma. Alat kontrasepsi ini biasanya terbuat dari lateks atau polyurethane untuk yang alergi dengan lateks.

Kondom cukup efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diharapkan. Selain itu kondom juga bermanfaat untuk mencegah penularan penyakit seksual dan kelamin. Bakteri atau virus tidak akan bisa ditularkan karena karet kondom sangat kuat.

Meski kondom cukup efektif, adakalanya kondom bisa saja sobek kalau penetrasi berjalan terlalu kasar. Selain itu tidak semua pria nyaman menggunakan kondom yang merekat terlalu kuat pada batang.

Vasektomi

Vasektomi adalah kontrasepsi terakhir yang bisa dipilih oleh pria. Metode ini dilakukan dengan memutus atau menyumbat saluran yang mengeluarkan sperma. Setelah metode ini mani yang keluar tidak akan mengandung sperma.

Dengan vasektomi pria bisa melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Mereka tetap bisa melakukan ejakulasi dan mendapatkan orgasme.

Vasektomi sangat efektif dengan peluang mencegah kehamilan 99 persen. Sayangnya metode ini permanen sehingga pria tidak akan bisa punya anak lagi di kemudian hari. Jadi, pikirkan masak-masak sebelum melakukannya.

Nah, dari dua metode di atas mana yang menurut Anda paling efektif dan sesuai dengan kebutuhan?