Efektif Sabun atau Hand Sanitizier?

Doktersehat.com – Tangan merupakan salah satu organ tubuh yang kerap berinteraksi dengan benda-benda di sekitar. Tak heran bila banyak kuman dan virus yang menempel di tangan. Akibatnya, tangan yang membawa virus dan kuman dapat dengan mudah menyebarkan bibit penyakit ke dalam tubuh. Inilah alasan pentingnya menjaga kebersihan tangan.



Untuk mencegah masuknya bibit penyakit, Anda bisa membersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizier. Kedua alat pembersih ini dapat Anda gunakan untuk membasmi kuman yang menempel di tangan, namun manakah yang lebih efektif?

Umumnya, hand sanitizier digunakan pada saat seseorang berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Penggunaan hand sanitizier dirasa cukup simple bagi seseorang yang kerap berada di luar ruangan. Pada dasarnya pemakaian hand sanitizier memiliki efektivitas yang tinggi, asalkan digunakan dalam jumlah yang cukup banyak di bagian punggung dan depan tangan hingga terasa cukup basah lalu biarkan mengering sampai  15 detik. Untuk membuktikan keefektivitasan pembersih ini, dilakukan penelitian oleh Dr Richard Besser.

Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap piring yang sudah ditekan dengan tangan yang sudah dilapisi cairan penuh bakteri E.coli. Untuk melihat perkembangan bakteri, piring diletakkan di inkubator selama dua hari.

Peneliti menguji dua jenis pembersih, yakni pembersih yang mengandung 60 persen alkohol dan pembersih tanpa alkohol. Hasilnya, pembersih yang mengandung alkohol menunjukkan sedikit bakteri dalam piring sebelum pembersih digunakan. Pada pembersih tanpa alkohol hasilnya kurang baik. Dari penelitian ini diketahui bahwa alkohol yang terdapat di pembersih dapat memecah protein bakteri dan membunuhnya.

Peneliti juga menguji coba sabun biasa dan sabun antibakteri. Hasilnya, ditemukan bahwa kedua sabun sama efektifnya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah penggunaan pembersih dengan benar.

Baca Juga:  Kesalahan Yang kerap Dilakukan Saat Berada di Pusat Kebugaran

Cucilah tangan dengan sabun selama lebih dari 20 detik penuh. Jangan terlalu cepat membilas sabun karena hasilnya akan sama saja dengan Anda sebelum mencuci tangan.

Dari penelitian tersebut dapat dismpulkan bahwa hand sanitizier yang mengandung 60 persen alkohol dapat lebih maksimal membasmi bakteri yang menempel di tangan. Meski hand sanitizier lebih simple, namun mencuci tangan dengan sabun jauh lebih baik. Sabun tidak hanya membersihkan bakteri tapi juga berbagai virus, asalkan Anda mencuci dalam waktu yang lama, seperti dilansir ABCnews.

 

Sumber: okezone.com