Stres – Efek pada Kondisi Medis, Psikologis, dan Prospek

Terlebih lagi, beberapa jenis stres tertentu tampaknya menjadi lebih merugikan daripada jenis lainnya. Artinya, beberapa jenis stres benar-benar dapat menyebabkan penyakit. Misalnya, tekanan yang tak terduga dan tak terkendali tampaknya menjadi penyebab terbesar. Di sisi lain, tekanan yang dapat kita kuasai dan kita atasi tidak terlalu berdampak buruk pada tubuh. Bahkan, kita bisa belajar dari stres ini, memprediksi kapan akan ada stres lagi yang serupa, dan mengembangkan rencana tindakan untuk mengurangi atau menghindari stres serupa di masa depan. Dengan cara ini, beberapa tekanan benar-benar dapat memicu pertumbuhan kepribadian dan biologis baru yang diciptakan melalui adaptasi (penyesuaian yang layak). Memang, banyak dari psikoterapi secara empiris (dibimbing oleh pengalaman praktis daripada teori) didasarkan kepada konsep ini.

doktersehat-wanita-lelah-anemia-kerja-kantor-depresi-jantung-Amiloidosis

Apa efek dari stres pada kondisi medis dan psikologis?
Sekarang ada bukti yang menunjukkan  respon stres yang abnormal menyebabkan atau memberikan kontribusi untuk berbagai penyakit atau kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan zat. Stres dapat mempengaruhi hampir sistem organ, dikaitkan dengan kondisi yang beragam seperti ruam kulit atau gatal-gatal, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit pencernaan tertentu, beberapa jenis kanker, dan bahkan proses penuaan itu sendiri. Stres juga tampaknya meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan sakit kepala migrain, episode asma, dan fluktuasi gula darah pada penderita diabetes. Ada juga bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa orang yang mengalami stres psikologis lebih rentan untuk mengembangkan pilek dan infeksi lain dari rekan-rekan mereka yang kurang stres. Stres psikologis yang luar biasa berat (juga disebut trauma) dapat menyebabkan kondisi penyakit jiwa serius secara sementara (transient) maupun (kronis) yang disebut gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Kesimpulan tentang efek stres
Stress yang tak terkendali, tak terduga, dan konstan memiliki konsekuensi yang luas pada kesehatan fisik dan mental kita. Stres bisa mulai di dalam rahim dan kambuh sepanjang hidup. Salah satu potensi patologis konsekuensi (abnormal) dari stres adalah ketidakberdayaan yang mengarah ke keputusasaan dan depresi klinis, tetapi di samping itu, banyak penyakit, seperti gangguan kecemasan kronis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan ketergantungan zat terlarang, juga tampaknya dipengaruhi oleh stres kronis atau trauma.

Baca Juga:  Stres - Faktor Risiko, Tanda, dan Gejala

Bagi mereka yang mungkin memerlukan bantuan untuk mengatasi stres, konseling manajemen  stres dalam bentuk terapi individu atau kelompok ditawarkan oleh berbagai penyedia-perawatan kesehatan mental. konseling stres dan terapi diskusi kelompok telah terbukti mengurangi gejala stres dan meningkatkan kesehatan dan sikap secara keseluruhan.

Bagaimana stres di kemudian hari?
Stres adalah bagian dari kehidupan dan selalu akan ada di sekitar kita. Kunci untuk berdamai dengan stres adalah kontrol pemicu stres dan manajemen respon fisik dan mental. Dalam hal ini, debriefing insiden stres critical (CISD) membahas peristiwa traumatis sesegera mungkin setelah kejadian. Meskipun diperkirakan membantu mengurangi reaksi ekstrim (patologis) terhadap stres dan sering mencegah PTSD dalam bentuk terburuk untuk beberapa individu, penelitian lain tentang efektivitasnya masih  dipertanyakan. Mudah-mudahan, CISD dapat berguna dengan jelas dan dapat digunakan sebagai pendekatan untuk manajemen stres. Kita semua memiliki respon stres yang berbeda karena genetik kita. Di masa depan, mungkin kita akan dapat mengubah gen kita (misalnya, jika kita genetik tertentu diketahui berperan untuk menanggapi stress dengan berlebihan atau justru kurang respon). Bahkan, bidang farmakogenetik (obat-obatan yang masuk ke sel dan DNA dan mengaktifkan atau menonaktifkan gen tertentu) sangat menjanjikan untuk bidang stres dan kesehatan.

Stres: 1 2 3 4 5 6 7 8 9