Apa yang Terjadi dengan Telinga Jika Sering Gunakan Headset?

Doktersehat - Headset
Photo Credit: Flickr.com/Faisal Behbehani

DokterSehat.Com– Menggunakan headset untuk mendengarkan musik adalah sesuatu yang lumrah dilakukan. Banyak orang ketagihan menggunakannya karena bisa mendengarkan suara lebih jelas tanpa mengganggu orang lain. Namun, jika jika pemakaiannya tidak tepat dan berlebihan, hal itu bisa menimbulkan masalah yang mengancam pendengaran Anda.

Berikut ini adalah beberapa bahaya yang mengancam apabila Anda menggunakan headset secara berlebihan, antara lain:

  • Telinga berdengung

Menggunakan headset terlalu sering bisa menjadi penyebab telinga berdengung dan akhirnya menimbulkan rasa sakit serta tidak nyaman pada pendengaran. Telinga berdengung juga bisa terjadi pada saat Anda melakukan perjalanan dengan pesawat.

  • Hilangnya pendengaran

Kerusakan telinga secara permanen juga bisa terjadi saat headset terlalu sering digunakan. Ini bisa terjadi karena telinga tidak kuat menahan suara terlalu keras yang dihasilkan headset. Agar pendengaran Anda tetap terjaga, atur volume suara dengan ideal sehingga orang disekitar Anda tidak mendengar suara yang dikeluarkan dari headset. Selain itu, setiap setengah jam copotlah headset dan biarkan telinga Anda beristirahat selama beberapa menit untuk menghindari kelelahan sistem auditori.

  • Kelelahan telinga

Seseorang sering mendengarkan musik memakai headset dapat mengakibatkan kelelahan telinga  atau ear fatigue. Hal ini bisa terjadi apabila telinga mendapat stimulus suara dalam waktu yang lama. Kelelahan telinga ini nantinya akan membuat telinga terasa sakit dan menimbulkan rasa perih. Bahkan, kelelahan telinga yang tidak diatasi bisa menjadi penyebab telinga berdarah.

  • Bahaya bakteri

Seperti bagian tubuh lainnya, telinga juga bisa dipenuhi oleh sejumlah bakteri, meski begitu sebagian diantaranya tidak berbahaya dan bahkan merupakan bakteri yang menguntungkan. Namun sebagian kecil dari bakteri lainnya bisa menimbulkan masalah kesehatan. Penggunaan headset terlalu sering bisa merangsang pertumbuhan bakteri karena suhu dan kelembaban meningkat pada saluran pendengaran. Hal ini akan membuat telinga lebih rentan terhadap infeksi karena bakteri patogen terlalu banyak di dalam telinga.

Selain itu, headset yang seringkali di letakkan pada tempat terbuka dan jarang dibersihkan menjadi tempat subur pertumbuhan kuman, di mana akhirnya kuman serta bakteri berpindah ke dalam telinga dan tumbuh subur didalamnya.

  • Menimbulkan radang

Pemakaian headset yang terlalu sering juga bisa mengakibatkan radang telinga. Peradangan telinga yang terjadi nantinya akan menjadi penyebab telinga berdenging dan kemudian akan menyebabkan telinga rusak secara permanen karena peradangan sudah berubah menjadi kronis.

  • Bahaya radiasi

Radiasi dari headset sudah lama menjadi objek penelitian, terutama pada penggunaan headset Bluetooth. Dalam penggunaannya, jumlah radiasi yang dikeluarkan dari alat semacam ini sebenarnya ada di bawah standar berbahaya. Meski demikian, penelitian masih terus dilakukan untuk benar-benar memastikan seberapa bahaya radiasi dari headset. Penggunaan headset Bluetooth sendiri sejauh ini justru mengurangi level radiasi langsung dari ponsel yang ditempelkan di telinga.

  • Kerusakan otak

Meski jarang terjadi, gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh headset dapat menyebabkan dampak yang serius terhadap otak. Walaupun belum terdapat bukti medis yang kuat untuk hal tersebut, tapi kebanyakan pengguna headset ditemukan cenderung memiliki masalah pada otak. Hal ini karena bagian dalam telinga langsung terhubung dengan otak. Sedikit saja infeksi terjadi pada bagian dalam telinga dapat langsung memengaruhi otak.

Nah, itulah beberapa dampak negatif yang terjadi apabila terlalu sering menggunakan headset. Jika ingin mendengarkan musik tanpa berpotensi mengganggu pendengaran, gunakan aturan 60:60. Artinya, dengarkan musik tidak lebih dari 60 menit tiap hari. Selain itu, atur volume suara tidak melebihi 60 persen dari volume maksimal. Gunakanlah headset dengan bijak agar fungsi indra pendengaran dapat berjalan baik.