Efek Samping Terapi Pijat

Doktersehat.com – Terapi pijat dipercaya dapat merilekskan otot-otot yang kaku akibat aktivitas sehari-hari. Selain itu, pijatan juga dapat mengendorkan otot-otot yang tegang akibat stres. Namun, terapi pijat juga memiliki efek samping yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan Anda.

Pada umumnya terapi pijat aman jika dilakukan dengan benar. Tetapi pijat juga bisa menimbulkan risiko pada sebagian orang. Berikut beberapa risiko dan efek samping terapi pijat:

1. Kerusakan Saraf
Banyak pakar yang memperingatkan bahwa pijat dapat menyebabkan kerusakan saraf, meskipun jarang dilakukan. Richard Brassaw dari situs Disability Happens mengutip penelitian yang dilakukan oleh Arizona May Clinic yang mengungkapkan bahwa pijat terlalu dalam dan kencang bisa menyebabkan kerusakan saraf di area leher dan bahu. Kerusakan bisa terjadi jika terapis memberikan tekanan pijat yang berlebihan.

2. Alergi
Saat melakukan pijat, banyak terapis yang memadukannya dengan minyak pijat, lotion atau minyak aromaterapi yang ternyata bisa memicu reaksi alergi. Hal ini bisa diatasi dengan mencoba terlebih dulu minyak pijat pada punggung tangan untuk mengetahui adanya reaksi alergi, sebelum akhirnya diaplikasikan ke seluruh tubuh Anda.

3. Gula Darah Rendah
The University of Maryland Medical Center (UMMC) menyarankan agar penderita diabetes untuk memeriksa tekanan gula darah sehabis pijat. Terapi pijat terkadang bisa membuat tekanan gula darah menurun. UMMC juga merekomendasikan bahwa penderita diabetes yang suka pijat secara rutin, juga harus membuat grafik untuk melihat pola dari gula darahnya.

4. Gumpalan Darah
Terapi pijat bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki gumpalan darah dalam tubuh. Dengan pijat, gumpalan darah tersebut bisa berpindah tempat ke jantung atau otak sehingga dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Hal tersebut dikemukakan oleh situs kesehatan Body Worker.

5. Cidera
Terapis pijat yang kurang profesional bisa berpeluang memberikan luka selama perawatan. Namun spesialis rehabilitasi fisik Dr Robert Gotlin, yang bekerja di Beth Israel Medical Center di New York, mengatakan bahwa masalah biasanya muncul ketika orang yang dipijat sudah luka atau bermasalah. Cidera akibat terapis yang tak profesional, cenderung berisiko rendah karena sebelum menjadi terapi mereka harus mendapatkan lisensi yang sah dan Anda berhak untuk melihat lisensi tersebut.

6. Rasa Sakit
Beberapa jenis teknik pijat bisa menimbulkan rasa nyeri sehari setelah melakukan pemijatan. Teknik pijat melibatkan berbagai tekanan, baik lembut dan kuat. Biasanya teknik itu bertujuan untuk mengobati luka atau jaringan otot. Pijat seharusnya tidak menyakitkan, terlepas dari apapun teknik pijatannya. Jika saat dipijat Anda merasakan sakit, sebaiknya segera beritahu terapis agar ia dapat memberikan tekanan yang bisa ditolerir oleh tubuh.

7. Kulit dan Otot Tidak Sensitif
Ketika pijatan tidak tepat atau salah sasaran maka akan berakibat tingkat kesensitifan kulit dan otot Anda akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Dengan kata lain, kita tidak lagi bisa merespon sentuhan dengan baik. Hal ini dapat menjadi gangguan yang cukup merugikan, terutama bagi Anda yang sudah berumah tangga.

Dalam hubungan seksual sentuhan merupakan hal utama yang bisa merangsang kerja otot. Jika sang istri sudah tidak bisa merespon sentuhan, atau dengan istilah lain, kurang bereaksi dengan sentuhan suami, tentu hal ini akan sangat mempengaruhi hubungan suami istri tersebut.

 Dari berbagai sumber