Efek Samping Olahraga Berlebihan

DokterSehat.Com – Idealnya olahraga dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, olahraga yang dilakukan secara berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan. Berikut masalah kesehatan yang timbul akibat melakukan olahraga berlebihan:

doktersehat-olahraga-exercise-sehat

1. Membahayakan Lutut
Sebuah studi baru mengatakan bahwa aktivitas fisik tingkat tinggi dan rendah, keduanya dapat mempercepat kerusakan pada tulang rawan lutut pada orang dewasa yang telah berusia separuh baya. Menurut hasil studi tersebut, orang yang sering berpartisipasi dalam olahraga seperti berlari dengan intensitas tinggi, tulang rawannya lebih merosot dan berisiko lebih tinggi terhadap perkembangan osteoarthritis. Peneliti menyarankan untuk melakukan olahraga yang moderat atau dengan intensitas sedang.

2. Pembekuan Darah
Salah penafsiran jika melakukan olahraga dalam intensitas tinggi akan lebih efektif membakar lemak masih sering terjadi. Padahal olahraga berlebihan bisa mendatangkan sejumlah masalah, salah satunya pembekuan darah yang akibatnya bisa mengancam nyawa seseorang. Pembekuan darah atau Deep Vein Thrombosis bisa menyumbat arteri dan menyebabkan kematian.

Bahaya utama dari bekuan darah adalah jika sebagian bekuan itu terlepas dan ikut dalam aliran darah, kemudian menyumbat pembuluh darah. Dan jika bekuan itu tersangkut di paru mengakibatkan emboli paru. Sementara jika terbawa dan bersarang di otak, bisa memicu stroke.

Kasus DVT semakin sering ditemukan dan sebagian besar dialami mereka yang melakukan olahraga angkat beban. Oleh karena itu, olahragalah secara bertahap dan sesuai kemampuan tubuh.

3. Sebabkan Anoreksia
Hasil penelitian terbaru International Journal of Eating Disorder ditemukan, dari 336 wanita anoreksia, lebih dari separuhnya akibat berolahraga berlebihan. Padahal laporan dari cardiology review mencatat, bahwa anoreksia dan bulimia paling banyak menimbulkan kematian. Para peneliti mendefinisikan olahraga berlebihan adalah jika berlatih tiap hari lebih dari tiga jam, obsesif dengan aktivitas fisik yang bisa mengintervensi aspek lain, atau tetap berolahraga walaupun sedang cedera atau sakit.

Menurut Kate Bruno, seorang terapis gizi dari Charlottesville, perempuan memang lebih rentan mengalaminya, karena kecenderungan  obsesif pada olahraga. Bahkan hasil penelitian pada 2004 yang diterbitkan Journal of American College Health menemukan 22 persen dari 257 mahasiswi punya kecenderungan tergantung pada olahraga. Mereka berolahraga hingga enam jam atau lebih, dan rutinitas tersebut mendekati kategori patologis.

4. Mengganggu Kesuburan Wanita
Bahaya akibat berolahraga berlebihan juga ditemukan oleh Norwegian University of Science and Technology melalui sebuah studi yang dilakukannya. Hasilnya ditemukan olahraga berlebihan bisa merusak kesuburan wanita. Gangguan kesuburan ini terjadi setelah wanita melakukan olahraga tiga kali lipat dibanding orang-orang yang melakukan olahraga normal.

Baca Juga:  Makan Setelah Jam 7 Malam Ikut Meningkatkan Resiko Terkena Penyakit Jantung dan Stroke

Studi ini merupakan lanjutan dari studi Universitas Harvard yang menemukan fakta bahwa atlet yang aktif seringkali mengalami gangguan siklus menstruasi atau datang bulan dan hormonal. Data lain menunjukan bahwa wanita yang sering melakukan aerobik mengalami penurunan 30 persen kelahiran hidup setelah in vitro fertilization.

Dokter spesialis reproduksi dan endokrinologi di Illinois, dokter Eve Feinberg menyatakan, bahwa olahraga secukupnya sangat penting dalam menjaga kesehatan wanita. Kualitas olahraga harus didahulukan dibanding kuantitas. Untuk itu bagi mereka yang sudah terjangkit kecanduan olahraga, ada baiknya mulai berkonsultasi dengan para ahli, agar olahraga yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi tubuh.

5. Memperbesar Jantung
Menurut para ahli kesehatan, olahraga berlebihan berpotensi memperbesar jantung. Terutama pada latihan beban yang berlebihan. Pada saat mengangkat beban, biasanya kita akan menahan nafas, sementara menahan nafas saat mengangkat beban membuat udara tidak bisa ke luar dari jantung, dan pada saat itulah jantung akan membesar.

Ketika kita masih aktif berolahraga, pembesaran jantung tidak akan memberi efek apapun, apalagi jika olahraga tersebut masih dilakukan secara rutin. Efek jantung membesar baru terasa ketika kita sudah menghentikan rutinitas berolahraga, jantung yang besar akan seperti rumah kosong tak berpenghuni. Jadi, kurang berfungsi dan akan cepat lelah. Konsekuensi yang harus dilakukan akan jantung besar kembali berfungsi normal, harus tetap berolahraga.

6. Amenorrhea
Salah satu akibat dari olahraga berlebihan pada wanita, yakni terserang Amenorrhea, atau periodisasi datang bulan yang tidak teratur. Ini biasanya berkaitan langsung dengan kondisi tubuh, baik kelelahan atau kondisi hormon yang berlebihan yang dimiliki seorang wanita. Bahaya lainnya jika wanita terkena Amenorrhea bisa mendatangkan reproduksi yang serius. Selain itu dapat pula  menyebabkan kerapuhan tulang lebih awal. Sedangkan pada wanita muda, olahraga berlebihan juga bisa menunda pubertas.

Dampak lainnya jika olahraga dilakukan berlebihan, yakni mengalami insomnia, lesu dan mudah lelah. Walaupun kondisi serupa bisa terjadi pada kaum pria. Namun, yang lebih mudah terserang adalah para wanita, karena performa fisiknya lebih cepat menurun. Jadi alangkah lebih baik jika akan melakukan olahraga dengan porsi lebih banyak didampingini instruktur olahraga atau para ahli. Jangan sampai tujuan olahraga untuk mendatangkan kesehatan malah berakibat buruk bagi tubuh kita.