Penyalahgunaan Kokain – Efek Lainnya

Berikut adalah beberapa efek penyalahgunaan kokain lainnya.

doktersehat-penyalahgunaan-kokain

Infeksi: Komplikasi infeksi yang berkaitan dengan penggunaan kokain melalui jalur pembuluh darah vena tidak khas. Semua pengguna narkoba melalui jalur pembuluh darah berada pada risiko untuk infeksi seperti  selulitis (infeksi jaringan lunak di tempat suntikan), abses di tempat suntikan, tetanus atau kejang mulut, abses paru-paru atau abses otak, atau infeksi pada katup jantung. Ini merupakan teknik suntikan yang tidak steril. Virus menular seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV (virus AIDS) ditularkan dengan berbagi jarum suntik. Pelaku mungkin mengeluh sakit, bengkak, dan kemerahan di tempat suntikan atau demam. Pelaku juga mungkin mengeluh sakit kuning atau berubah kuning, nyeri perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, atau banyak keluhan yang menyertai hepatitis atau AIDS.

Pengepakan tubuh atau stuffers: Orang yang menyelundupkan kokain-yang-dikemas melintasi perbatasan internasional. Orang tersebut sering menelan paket-obat atau barang-barang ke dalam lubang tubuh seperti vagina atau dubur. “Body packer” atau “mule” dapat membawa 50-200 kondom yang terbungkus atau tas lateks yang penuh dengan kokain hidroklorida. Jika wadah pecah atau bocor, kokain dapat diserap oleh tubuh seseorang. Kebanyakan orang yang menyerapnya tidak memiliki gejala dan dapat ditangkap oleh seorang petugas yang cerdik dengan memperhatikan beberapa tingkah laku yang mencurigakan.

Tanda-tanda kecanduan kokain
Seperti kecanduan zat lainnya, diagnosis kecanduan kokain, sekarang disebut sebagai gangguan penyalahgunaan kokain, melibatkan pola penggunaan yang menyebabkan efek negatif pada kehidupan sosial, pendidikan, atau pekerjaan. Pecandu kokain akan menunjukkan beberapa gejala, termasuk keinginan untuk menggunakan kokain sehingga mencapai efek yang diingankan, dan adanya gejala penarikan (withdrawal symptom) ketika kokain seketika dihentikan, padahal penggunaan kokain terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pecandu kokain juga akan mudah menyerah tentang pendidikannya, pekerjaannya, atau aktivitas sehari-harinya karena penggunaan kokain, dan akan terus menggunakan kokain meskipun sudah mengetahui efek kokain terhadap kehidupannya, masalah fisik, maupun psikologis.