Tak Hanya Bikin Jerawat, Inilah 3 Efek Ketika Anda Jarang Mengganti Bantal Tidur

doktersehat-jarang-ganti-bantal
Photo credit : pixabay

DokterSehat.Com– Bantal adalah sebuah perlengkapan kasur yang digunakan untuk penyangga kepala agar lebih nyaman ketika tidur. Bantal sendiri biasanya terbuat dari spon dan ataupun kulit yang dibentuk sesuai dengan ukuran kepala serta memiliki tekstur yang empuk.

Hampir setiap orang pasti selalu menggunakan bantal ketika tidur ataupun berbaring santai di atas kasur. Sayangnya, idak sedikit yang jarang mengganti bantal. Hampir semua orang cenderung menggunakan bantal dalam waktu yang cukup lama. Anda salah satunya?

Walaupun bantal sudah tak layak pakai, alias kempes dan tak nyaman lagi, tapi tidak segera dibuang dan diganti yang baru dengan alasan eman. Perlu diingat juga bahwa segala sesuatu memiliki masa kedaluwarsa yang harus diperhatikan, tidak terkecuali bantal.

Dilansir dari laman Thehealtsite, kebiasaan jarang ganti bantal adalah kebiasaan buruk yang harus dihindari. Kenapa? Bantal memiliki masa kedaluwarsa yang bisa memicu datangnya penyakit pada tubuh seseorang, misalnya jerawat.

Ada juga beragam masalah yang timbul jika Anda tidak mengganti bantal dalam waktu lama. Berikut di antaranya:

1. Sebabkan Alergi

Bantal pasti dihuni oleh minyak dan sel-sel mati dari kepala. Jumlahnya pun tak terhingga jika mengingat waktu penggunaannya yang sangat lama. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh senyawa yang menempel pada bantal bisa menyebabkan seseorang menjadi alergi, misalnya flu atau mata gatal. Oleh karena itu, segeralah mengganti bantal ketika dirasa sudah tak layak pakai!

2. Otot Pegal

Bantal yang baik adalah bantal yang bisa digunakan sebagai sandaran kepala. Tentunya hal tersebut bisa Anda dapatkan dari bantal baru yang masih empuk. Ketika bantal sudah kempes dan tidak empuk lagi, maka akan menyebabkan terjadinya gangguan otot di sekitar leher yang akhirnya membuat leher Anda sedikit sakit ketika bangun tidur.

3. Dihuni Bakteri

Pada bantal yang sudah usang, terdapat banyak bakteri yang bersarang. Bakteri itu bisa dituarkan dari tubuh maupun pakaian Anda. Jadi, semakin banyak bakteri yang bersemayam, maka semakin besar pula risiko meularkan gangguan atau penyakit. Ada beberapa kasus terjadi, seseorang yang jarang mengganti bantal lebih mudah demam bila dibandingkan dengan orang yang rutin mengganti bantal.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik