Efek Buruk Makan Mie Instan Setiap Hari

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

DokterSehat.com – Bagaimanapun mie instan tidak bisa menggantikan makan penuh (wholesome food) dan hanya bisa di jadikan makanan bantu sementara (selingan) dan tidak boleh di konsumsi secara terus menerus karena berakibat sangat buruk bagi kesehatanhal it disebabkan kandungan zat (campuran dalam pembuatan ) mie instan. Disamping itu mie instan tidak memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh . Walaupun di dalam mie instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besat tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada didalamnya sangat sedikit. Hal itu berbeda jika makan mie instan dengan campuran bahan lain yang mengandung vitamin seperti penampahan jenis sayuran seperti wortel, sawi, tomat dll,

Sumber protein bisa juga di dapatkan jika di tambah seperti telor, ikan , tempe, daging dsb.. Satu takaran saji mie instan yang berjumlah 80 gram dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Energiyang disumbangkan dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal. Hal lain yang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mie instan yang dapat mencapai 30% dari bobot kering. Hal tersebut perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Ternyata mie instan bukan cuma kandungan nutrisinya yang kurang, tapi juga bisa merugikan kesehatan bagi mereka-mereka yang mengkomsumsi salah satunya menurut dokter mie instan penyebab timbulnya kanker, hal itu disebabkan oleh zat lilin sebagai campuran pembuatan mie instan yang berfungsi agar mie instan tidak lengket saat dimasak. Walaupun hasil dari penelitian Badan POM isu lilin yang ada dalam mie instan dinyatakan tidak benar

Isu Lilin di Mie Instan.

Isu ini ternyata itu tidak benar. Mengenai isu lilin pada mie instan, Badan POM mengatakan tidak menemukan adanya bahan tersebut. Mengenai penggunaan lilin ini pun dibantah oleh salah satu produsenmie instan di Indonesia, PT Indofood. “Geletinasasi pada mie disebabkan mie dibuat dengan pengukusan dan penggorengan. Jadi, isu lilin kan isu lama yang tidak benar,” kata Siegfried, Public Relation PT Indofood cabang Jawa Barat.

Sanggahan dari Billy N. ini membantah isu yang pernah dimuat di harian Pikiran Rakyat:

Menanggapi artikel yang ditulis oleh Bpk.Agus Rakasiwi, ‘Hindari Makan Mie Instan Setiap Hari’ di ‘PR’ hari Kamis, 2 November 2006 halaman 21 (’Kampus’). Ada beberapa kesalahan yang fatal dimuat di artikel tersebut yang dibaca oleh sangat banyak orang.

Saya tahu kalau artikel tersebut bertujuan baik, namun banyak isi artikel tersebut yang dikutip dari sumber-sumber yang tidak jelas, termasuk e-mail yang di-forward dari milis ke milis yang isinya sebagian besar adalah bohong & penulisnya tidak jelas (tergolong ’spam’), misalnya soal isu mie instan yang dilapisi lilin, padahal setahu saya, itu sama sekali tidak benar.

Kalau betul begitu, maka di air rebusan mie instan ketika dimasak akan ‘mengapung’ lilin cair. Juga, di daftar komposisi mi tidak dicantumkan apapun yang berkaitan dengan lilin.

Terlepas dari segi kesehatannya, mie instan sendiri sering menimbulkan cerita yang unik dan menarik bahkan tragis, misalnya gontok-gontokan gara-gara mi instan:

Ketua Kloter 31 SOC menceritakan pengalamannya. Saat mengambil jatah mie instan bagi kloter 31, dia melihat jemaah haji saling berebut. Lebih parah lagi, beberapa jemaah cekcok mulut dan adu fisik untuk mendapatkan mi instan. ”Saya membayangkan risiko murka Tuhan yang melihat hamba-Nya berebut mie instan di tanah haram dan mustajab di Arafah,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengkonsumsi Ikan perkecil Resiko Kanker Usus

Suasana tegang masih terus berlanjut. Saat itu, rombongan penulis sedang tafakur bersama untuk memanjatkan doa kepada Allah di tempat mustajab ini. Tak jauh dari tempat ituada kelompok jemaah haji tengah bagi-bagi mie instan, dan ternyata ada yang tidak kebagian.

Ketua rombongannya mengumumkan, siapa yang dapat jatah double harap mengembalikannya. Dosa bagi siapa saja yang mengambil jatah orang lain. Suasana seperti ini terus berlanjut hingga rebutan air panas untuk merebus mie instan.

Informasi selanjutnya juga memberikan peringatan bagi mereka yang menderita hipertensi, maag, dan autisme:

Kelemahan dari konsumsi mie instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mie instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mie instan per takaran saji.

Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan.

Kelemahan lain mie instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal tersebut disebabkan karena mie instan mengandung gluten, substansi yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme.

Mie Instan membuat kita lebih cepat lapar dari pada makan nasi:

Namun, sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan karbohidrat dalam mie instan sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi

Dan untuk makan mie instan “dengan baik,” sebaiknya diberi lauk-pauk yang lain terutama sayuran yang berserat:

Namun, untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh, satu bungkus mie belumlah cukup. Jika melihat iklan di layar televisi, cara makan mie yang baik adalah dengan menambah menu yang berasal dari bahan dasar hewani dan sayur-sayuran berserat.

Iklan mie di layar kaca menampilkan kebiasaan orang makan mie instan dengan tambahan menu seperti ayam, ikan, telur, kangkung, wortel, dan kapri. Pada bungkus mi pun terdapat gambar penyajian mie dengan menu tadi. Lalu apakah ini sekadar menarik perhatian ? Tentu saja tidak.

Bahan dasar hewani menyediakan sumber protein, sedangkan sayur-sayuran berserat dapat menambah vitamin. Selain itu, sayuran berserat berperan pula untuk menetralisasi kandungan lemak.

Menurut seorang ahli gizi klinik, Juniarta Alidjaja, orang yang kebanyakan makan mie instan tanpa diimbangi makanan berserat berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Hal ini karena mie mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan kadar natrium tinggi. Misalnya obesitas, kenaikan kadar gula darah, kenaikan tensi tubuh dan lain-lain.

Jadi masihkan anda makan mie instan setiap hari?

sumber: [email protected]

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. agus

    Doc apakah boleh mengkonsumsi setiap hari mie instant yang dicampur sayur. Saya kadang makan mie 4 bungkus sehari, cuma selalu saya konsumsi sayur juga 3 ikat setiap hari dan pepaya malamnya, makasih dok, soalnya saya sangat suka mie instant.

    1. Dr. Yulia Evita

      selamat malam bapak,
      sudahkan bapak membaca artikel diatas? dengan membaca artikel diatas, betapa baiknya bila bapak mengurangi konsumsi mie instan setiap harinya. terimakasih

      salam

  2. TanyaApoteker.com

    Memang semuanya kalau dikonsumsi secara berlebihan , akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh , termasuk juga mie instan . Saya sendiri berusaha untuk sejarang mungkin makan mie instan , terkadang bahkan 1 bulan sekali makan mie instan .

  3. Immanuel

    Dok, anak saya udah 3 tahun ini makan mie hampir setiap hari, tapi selalu dicampur sayur, tomat, dan minumnya selalu susu 2-3 gelas. Anak saya tidak mau makan sayur kalo tidak dengan mie. Yang mau saya tanyakan, apakah susu dan sayur2 dapat menetralisir bahaya yg bisa ditimbulkan mie instan? Anak saya jarang sekali sakit, hingga saat ini sangat sehat, bahkan terakhir kena flu tahun 2011. Tapi saya khawatir kesehatannya di kemudian hari. Apakah kebiasaannya ini dapat berdampak buruk suatu saat nanti,meski saat ini anak saya selalu sehat? Terima kasih.

    1. Dr. Eko

      Selamat malam Immanuel
      Mie instan tidak baik untuk dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang, memang penambahan sayuran dan lauk pauk dan susu dapat menyeimbangkan nutrisi dalam mie instan sehingga tidak melulu berisi karbohidrat, tetapi tetap tidak dapat menetralisir zat-zat kimia yang ada dalam mie instan (pengawet, pewarna, penyedap) dan dapat berdampak karsinogenik setelah jangka waktu puluhan tahun

      sebaiknya ajarkan anak anda untuk mengenal masakan lain, dan bila anak memang suka mie, cobalah Ibu membuatkan mie goreng sendiri dengan mie telur, tetapi dengan bumbu alami yang diracik sendiri
      karena bumbu pada mie instan banyak mengandung zat kimia tambahan
      Dan juga diperkenalkan pada masakan lain
      Pola makan anak dapat dirubah dengan perlahan-lahan
      terima kasih

    1. dr. Eko B

      Selamat siang Aditya
      Sebaiknya makan makanan yang segar, apabila terpaksa saja baru membuat mie instan
      Terima kasih

  4. dias hadya

    Dok , saya makan mie setiap pagi . apakah itu bisa mengganggu kesehatan saya ?

    1. dr. Eko B

      Selamat Pagi Dias Hadya
      sebaiknya jangan makan mie setiap hari, karena banyak pengawet dan perasa buatan
      terima kasih

    1. dr. Eko B

      Selamat Siang, tidak apa-apa asalkan saat memeasak mie, anda juga menyiapkan sayuran dan lauk (telur/daging)
      agar tetapi memiliki gizi yang seimbang
      terima kasih

  5. risa

    Dok saya sering makan mie kadang 2 atau 3x seminggu, tapi saya tidak memasak nya hanya d rendam pake air panas aja. Bagaimana dok, apa hal itu mengganggu kesehatan saya ?

  6. Pingback: Lauk Untuk Penyakit Asam Urat – Kumpulan Asuhan Keperawatan

Leave a Comment

Isi Angka Dibawah Untuk Menghindari Spam *