Edema Pulmo – Pengertian dan Gejala

DokterSehat.Com– Edema paru adalah gangguan pernapasan yang disebabkan adanya cairan menumpuk di paru-paru. Namun, paru-paru adalah organ yang kompleks dan ada banyak penyebab akumulasi cairan berlebih ini. Terlepas dari penyebabnya, cairan membuat paru-paru sulit berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida dengan sel-sel di aliran darah.

Edema-Pulmo-doktersehat

Udara memasuki paru-paru melalui mulut dan hidung, berjalan melalui tenggorokan (trakea) ke dalam tabung bronkial. Tabung ini berkembang menjadi segmen yang lebih kecil sampai mereka mencapai kantung yang disebut alveoli. Di sini, udara dipisahkan dari sel darah merah di dalam pembuluh darah kapiler oleh dinding tipis mikroskopis alveolus dan dinding pembuluh darah yang sama tipisnya.

Dindingnya sangat tipis sehingga molekul oksigen bisa pergi dan berpindah ke molekul hemoglobin di sel darah merah, dengan digantikan molekul karbon dioksida. Hal ini memungkinkan oksigen dibawa ke tubuh untuk digunakan untuk metabolisme aerobik dan juga memungkinkan produk limbah, karbon dioksida, dikeluarkan dari tubuh.

Jika cairan berlebih memasuki alveolus atau jika cairan terbentuk di ruang antara dinding alveolar dan dinding kapiler, molekul oksigen dan karbon dioksida memiliki jarak yang lebih jauh untuk melakukan perjalanan dan mungkin tidak dapat dipindahkan antara paru-paru dan aliran darah. Kurangnya oksigen dalam aliran darah ini menyebabkan gejala utama edema paru, yaitu sesak napas.

Gejala Edema Paru 

Napas tersengal adalah gejala edema paru yang paling umum dan disebabkan oleh kegagalan paru-paru untuk menyediakan asupan  oksigen yang cukup bagi tubuh. Dalam kebanyakan kasus, sesak napas atau dispnea (sesak napas) memiliki onset bertahap. Namun, tergantung penyebabnya, kondisi ini dapat terjadi secara akut. Misalnya, edema pulmo flash, yang memiliki onset mendadak, sering dikaitkan dengan serangan jantung.

Penurunan kemampuan brenapas awalnya dapat tampak dengan susah payah melakukan aktivitas yang dulu rutin dilakukan. Mungkin ada penurunan bertahap di mana etika melakukan lebih sedikit aktivitas tetapi sudah menimbulkan gejala. Selain sesak napas, beberapa pasien dengan edema paru juga akan mengalami mengi.

Baca Juga:  Edema Pulmo - Edema Paru Non Kardiogenik

Orthopnea dan paroxysmal nocturnal dyspnea adalah dua varian sesak napas yang terlihat berhubungan dengan edema paru.

  • Orthopnea menggambarkan sesak napas sambil berbaring telentang. Beberapa pasien dengan orthopnea dapat menggunakan dua atau tiga bantal untuk tidur pada malam hari lebih memilih tidur di kursi.
  • Gejala paroxysmal nocturnal dyspnea umumnya digambarkan oleh pasien saat terbangun di tengah malam, sesak napas, dengan kebutuhan untuk berjalan-jalan dan mungkin berdiri di dekat jendela.

Kurangnya oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan distress yang signifikan, menyebabkan krisis pernapasan, terengah-engah, dan merasa tidak bisa bernapas. Akibatnya, jika ada cukup cairan di paru-paru, pasien dapat merasakan sesak. Pasien mungkin mulai batuk dahak berbusa, menjadi sangat berkeringat, dingin dan lembap. Kurangnya oksigen juga bisa memengaruhi organ tubuh lainnya. Kebingungan dan kelesuan karena kurangnya pengiriman oksigen ke otak; dan angina (nyeri dada khas jantung), dapat dikaitkan dengan edema paru yang besar dan gagal napas.

Edema paru disebabkan oleh gagal jantung kiri, dimana tekanan aliran darah justru berbalik ke pembuluh darah paru-paru, namun beberapa pasien juga mengalami gagal jantung kanan. Pada gagal jantung kanan, tekanan berbalik ke pembuluh darah tubuh, dan akumulasi cairan dapat terjadi di kaki, pergelangan kaki, serta area bergantung lainnya seperti sakrum, jika pasien berada dalam periode waktu yang lama.

Pasien dengan high altitude pulmonary edema (HAPE) atau edema paru pada tinggi, juga dapat mengembangkan edema serebral tinggi (pembengkakan dan inflamasi otak). Gejala edema serebral dapat berupa sakit kepala, muntah, dan sulit mengambil keputusan.

Edema Pulmo – Halaman Selanjutnya: 1 2 3