Dua Pasien Ebola Kabur, Petugas Rumah Sakit Kebingungan

DokterSehat.Com– Beberapa tahun lalu kita tentu pernah mendengar tentang virus ebola yang menyerang beberapa negara di Afrika Barat. Virus ini bahkan dikabarkan membuat 11 ribu orang meninggal dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Sempat dinyatakan menghilang, virus ini kini kembali menyerang Afrika, tepatnya di negara Republik Demokratik Kongo dengan korban jiwa sudah mencapai 27 orang.

WHO sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengatasi kasus ebola yang ada di Republik Demokratik Kongo ini. Salah satunya adalah dengan mengkarantina para pasien ebola agar tidak keluar dari rumah sakit dan tidak menularkannya ke rumah sakit.

Hanya saja, belakangan ini dikabarkan bahwa beberapa pasien justru kabur dari pusat isolasi. Sebagai contoh, Kepala Medecins Sans Frontieres yang berlokasi di Mbandaka, Henry Gray, berkata bahwa dua orang pasien kabur pada Senin, 21 Mei 2018 lalu. Salah satunya kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, salah satu pasien yang kabur dua hari sebelumnya langsung kembali ditemukan dan dikembalikan ke pusat isolasi dengan pengawasan yang ketat.

“Rumah sakit kami bukan penjara. Kami tentu tak bisa menahan dan mengawasi mereka semua,” ucap Henry.

Perwakilan WHO di Kongo, Peter Salama menyebutkan bahwa kasus ebola di Republik Demokratik Kongo masih belum benar-benar bisa dikendalikan sehingga dalam beberapa minggu ke depan, negara ini diperkirakan akan mengalami masa kritis. Apalagi dengan fakta bahwa kota Mbandaka adalah salah satu pusat perdagangan yang paling ramai dan paling sering dikunjungi masyarakat dari berbagai wilayah lain di negeri di Afrika bagian tengah ini.

“Dalam beberapa minggu ke depan, bisa jadi wabah ini akan terus menyebar ke daerah lain atau justru bisa kita kendalikan,” ucap Peter.