Dua Orang Atlet dari Swiss Positif Terkena Norovirus di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018

DokterSehat.ComРSelain olimpiade musim panas, dunia olahraga juga mengenal olimpiade musim dingin. Sebagaimana namanya, kompetisi ini dilakukan di musim dingin yang penuh salju dan olahraga yang dipertandingkan juga biasanya berkaitan dengan es atau salju. Di tahun 2018 ini, Olimpiade Musim Dingin diadakan di Pyeongchang, Korea Selatan. Tak hanya salju tebal dan suhu udara yang menusuk, kali ini atlet dan para penonton olimpiade juga harus mengantisipasi wabah norovirus yang sangat mudah menular.

Photo Source: Flickr/ Republic of Korea

Hingga 16 Februari 2018, diketahui ada dua atlet dari Swiss yang positif terkena norovirus ini. Kebanyakan atlet lain berada dalam kondisi aman, namun, setiap kali ada orang yang terindikasi terkena virus ini, mereka akan segera ditangani oleh pakar kesehatan agar bisa segera sembuh dan tidak menularkannya ke orang lain.

Pakar kesehatan Lee- Ann Jaykus yang berasal dari NoroCORE Food Virology menyebut norovirus sebagai virus yang memicu masalah pencernaan, khususnya pada lambung atau usus. Jika sampai terkena virus ini, maka gejala yang akan muncul adalah mual-mual, nyeri perut, muntah, atau diare yang sangat parah. Biasanya, penularan virus ini disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi.

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang bisa mencegah penularan norovirus. Untungnya, untuk mencegah penularan virus ini, kita hanya perlu rajin-rajin mencuci tangan dengan bersih, khususnya sebelum makan. Mereka yang sudah terinfeksi juga biasanya hanya diberi dukungan mental karena gejalanya bisa sembuh dengan sendirinya.

Belum jelas bagaimana awal norovirus bisa mewabah di Pyeongchang. Satu hal yang pasti, hingga saat ini, sudah ada 244 kasus yang menyerang petugas, atlet, atau bahkan penonton olimpiade. Setidaknya, 1.200 orang sudah dikarantina akibat wabah ini.