Dua Cangkir Susu Setiap Hari Cukup untuk Memenuhi Vitamin D bagi Anak

DokterSehat.com– Susu merupakan asupan bernutrisi terutama bagi anak di masa pertumbuhan. Namuan susu yang paling baik dikonsumsi bagi bayi yang baru lahir tentunya adalah ASI (Air Susu Ibu). Asupan ini memiliki nilai gizi tebesar dan paling lengkap, yang sangat baik untuk bayi hingga berumur enam bulan (ASI Eksklusif) atau berlanjut hingga berumur dua tahun. Setelah itu pun asupan susu sebaiknya tetap dilanjutkan. Tentunya bukan ASI lagi namun susu sapi atau susu kemasan. Dengan meminum dua gelas susu setiap hari akan memberikan jumlah vitamin D yang cukup bagi balita. Seorang pakar kesehatan anak menyatakan bahwa vitamin D dan zat besi adalah nutrisi paling penting bagi bayi terutama untuk pertumbuhan tubuh dan otak.



Vitamin D dalam tubuh bayi akan menyerap kalsium yang diperlukan untuk mengembangkan tulang. Vitamin ini juga akan membantu mencegah autoimun, pernapasan, dan kardiovaskuler.  Selain susu, sebenarnya tubuh juga memproduksi vitamin D melalui paparan sinar matahari pagi. Karena itulah bayi sering dijemur di pagi hari. Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk perkembangan otak balita. Jika kekurangan dapat menyebabkan anemia dan dapat mengganggu pengembangan keterampilan fisik dan mental anak.

Dengan manfaat susu yang telah diteliti pada 1300 balita dalam rentang usia 2 sampai lima tahun, dengan bantuan para orang tua yang bertugas melaporkan berapa banyak susu yang dikonsumsi anaknya. Sedangkan untuk mengetahui kadar vitamin D dan kadar zat besi dalam tubuh diukur melalui tes darah. Berdasarkan penelitian tersebut semakin banyak susu sapi yang dikonsumsi, kadar vitamin D meningkat, namun kadar zat besi menurun. Dengan dua cangkir susu sapi untuk anak-anak ternyata sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D mereka. Akan tetapi bagi anak yang memiliki pigmentasi kulit lebih gelap tidak cukup untuk mengkonsumsi dua cangkir susu untuk mempertahankan vitamin D. Pigmentasi kulit membuat sinar matahari sulit menembus untuk memicu produksi vitamin D. Sedangkan untuk meningkatkan zat besi dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asupan zat besi.

Baca Juga:  Bagaimana Memberi Pendidikan Seksual Pada Anak Autis?