Dokter di Amerika Serikat ini Dituduh Menyebarkan Vaksin Palsu

DokterSehat.Com – Kasus vaksin palsu yang menghebohkan dunia kesehatan ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Baru-baru ini, dilaporkan bahwa ada seorang dokter yang berada di Amerika Serikat mendapatkan tuduhan menyebarkan vaksin palsu. Jika di Indonesia vaksin palsu biasanya terbuat dari air dengan sedikit obat-obatan antiboitik, dokter ini diyakini menyebarkan vaksin palsu yang terbuat dari campuran minuman vodka dan air liur kucing. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-vaksin-ulang-kolera

Nama dokter yang dituduh menyebarkan vaksin palsu ini adalah dr. Ming Le Tin. Ia mendapatkan tuduhan ini setelah sejumlah pasien dari penyedia layanan kesehatan mengalami efek samping pada kesehatan anak-anak setelah mendapatkan vaksin tersebut baik dalam versi oral ataupun versi suntik. Otoritas kesehatan setempat pun kemudian melakukan penyelidikan secara mendalam pada tempat praktek sang dokter dan menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Vaksin sudah beredar setidaknya selama sepuluh tahun tersebut dan pernah diberikan pada ribuan anak termasuk yang paling muda adalah anak berusia 7 hari ini ternyata palsu!

Hasil investigasi dari otoritas kesehatan di Amerika Serikat menyebutkan jika dr. Lin membuat vaksin-vaksin palsu tersebut sendirian. Yang menjadi ironi adalah, pembuatan vaksin yang seharusnya ditujukan untuk melindungi tubuh anak dari berbagai penyakit justru dilakukan pada tempat yang sangat tidak steril dan bahkan cenderung berantakan. Bahkan, campuran minuman beralkohol vodka dan air liur kucing ditambahkan dengan tujuan mengatasi kondisi alergi pada beberapa pasien.

Dr. Lin sendiri membuat vaksin palsu ini dengan alat Wavefront 200 yang sebenarnya digunakan untuk membersihan merkuri dari beberapa jenis vaksin. Sebagai informasi, vaksin untuk anak-anak balita memang harus bebas dari kandungan tiomersal yang mengandung merkuri. Melihat adanya fakta-fakta ini, dr. Lin pun kehilangan izin praktek dokternya dan anak menjalani sidang di depan Majelis Disiplin Kedokteran di Amerika Serikat pada bulan Oktober mendatang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.