Dokter Bedah Legendaris Brasil Meninggal Setelah Membawa Obor Olimpiade

DokterSehat.Com – Meskipun menimbulkan kontroversi di berbagai kalangan, khususnya tentang bahaya kesehatan, kriminalitas, hingga kasus doping yang menimpa atlet Russia, Olimpiade 2016 tetap berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil. Proses pembukaan Olimpiade 2016 memang sangat meriah, namun, dibalik itu ada beberapa kasus mengenaskan layaknya demo yang berakhir rusuh dan meninggalnya seorang dokter bedah legendaris dari Brasil bernama Ivo Pitanguy yang justru terjadi sehari setelah beliau membawa obor Olimpiade. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-Pitanguy-serangan-jantung

Jumat Kemarin, 5 Agustus 2016, Pitanguy menjadi salah seorang yang membawa obor dalam lap terakhir sebelum memasuki Stadion Maracana, stadion tempat pembukaan Olimpiade 2016 dilangsungkan. Beliau membawa obor ini melalui kawasa Gavea. Sayangnya, tepat sehari setelah membawa obor Olimpiade, tepatnya hari Sabtu, 6 Agustus 2016, Pitanguy dilaporkan meninggal dunia karena serangan jantung pada usia 90 tahun.

Pitanguy dikenal luas sebagai pelopor operasi plastik yang terkenal sebagai “pengangkatan pantat ala Brasil” sehingga kini Brasil dijadikan salah satu tujuan utama operasi plastik dunia. Tak hanya itu, Pitanguy dihormati banyak orang karena kerap memberikan jasa operasi plastik bagi korban bencana alam. Sebagai contoh, saat ada kebakaran yang menimpa para penonton pertunjukan sirkus di kota Niteroi, Brasil, pada tahun 1961, Ia rela merawat korban luka bakar agar bisa mendapatkan kembali tampilan wajah yang baik.

Presiden Interim Brasil, Michel Temer, mengungkapkan bahwa masyarakat Brasil berduka akan meninggalnya Ivo Pitanguy. Bagi masyarakat Brasil, Ivo Pitanguy adalah figur yang dikenal luas sebagai orang yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu hidup orang lain. Pitanguy dikenal luas masih memberikan layanan gratis sekali dalam seminggu bagi pasien miskin dan bahkan pelukis terkenal, Salvador Dali, menjadikan dokter bedah ini sebagai objek lukisannya pada tahun 1999.

Baca Juga:  Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Bersemangat Dalam Menyikat Gigi?

Photo Source: New York Times