Do and Don’t Jika Anak Terserang Penyakit Demam Berdarah

DokterSehat.Com – Musim hujan telah tiba dan di awal tahun ini tentu hujan bisa mencapai puncaknya sehingga bisa menyebabkan genangan di berbagai tempat. Hal ini tentu bisa memicu meledaknya populasi nyamuk yang bisa mengundang berbagai macam penyakit bagi tubuh. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk adalah penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD. Tidak hanya demam biasa, penyakit ini bahkan bisa memicu kematian bagi banyak orang, khususnya anak-anak. Bagaimana jika anak kita terkena penyakit DBD?

doktersehat-anak-kecil-sakit-flu-panas-demam

Gejala umum dari penyakit DBD adalah demam tinggi pada anak yang disertai dengan sakit kepala yang hebat dan rasa nyeri pada mata, tulang, persendian, dan juga jaringan otot. Disamping itu, anak akan mudah mengalami mual-mual dan muntah. Penyakit DBD juga memiliki ciri khusus berupa munculnya bintik-bintik merah pada kulit yang bisa muncul dalam jumlah yang banyak. Gejala ini harus segera ditangani dengan benar karena bisa memicu berkurangnya jumlah trombosit dalam darah secara drastis, membuat pembuluh darah bocor, dan memicu pendarahan dalam. Gejala yang berbahaya inilah yang bisa memicu kematian bagi penderitanya.

Jika anak kita mengalami gejala penyakit DBD tersebut, segera periksakan anak ke dokter atau Rumah Sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui dengan jelas penyakit apa yang menimpa sang anak. Kita juga bisa mengurangi gejala-gejala penyakit DBD di atas dengan memastikan anak beristirahat dengan baik dan meminta anak minum air putih dengan banyak agar tidak terkena dehidrasi. Kompres dahi anak untuk menurunkan demam, jika perlu, kita bisa memberikan paracetamol untuk penurunan suhu tubuh yang lebih cepat. Hanya saja, jangan berikan obat pereda rasa sakit layaknya aspirin karena bisa membuat kadar trombisit yang telah semakin menurun menjadi semakin bermasalah. Kadar trombisit yang semakin menurun ini bisa dicegah dengan memberikan jus jambu merah yang mampu menaikkan kadar trombosit. Kita juga bisa memberikan infus untuk memastikan anak tidak kehilangan cairan terlalu banyak sehingga gejala penyakit DBD pun menghilang seiring dengan waktu.

Baca Juga:  Isu Vaksin Kanker Serviks Menyebabkan Menopause Dini Tidak Benar Adanya