Dismenore (Kram Menstruasi) – Penyebab dan Gejala

DokterSehat.Com – Dismenore adalah suatu kata medis untuk keram nyeri yang terjadi sebelum atau selama periode menstruasi. Terdapat 2 tipe dismenore: dismenore primer dan sekunder.

doktersehat-maag-gastritis

Dismenore primer merupakan nama lain dari keram menstruasi yang biasa terjadi. Keram biasanya terjadi pada satu atau dua hari sebelum seorang wanita mendapatkan menstruasi. Nyeri biasanya terasa di perut bawah atau punggung, dapat nyeri ringan sampai nyeri berat. kram menstruasi umum sering mulai sesaat sebelum atau pada awal periode dan terus berlanjut satu sampai tiga hari.nyeri berkurang seiring bertambahnya usia wanita dan dapat berhenti sepenuhnya setelah wanita memiliki bayi pertamanya.

Dismenore sekunder adalah nyeri yang disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita. kram ini biasanya mulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi umummya terjadi.

Gejala

Gejala-gejala kram menstruasi meliputi:

  • Nyeri di perut (Nyeri bisa  menjadi berat dalam beberapa waktu)
  • Merasa tertekan di perut
  • Nyeri pada pinggul, punggung bawah, dan bagian dalam paha

Ketika kram yang parah, gejala mungkin termasuk:

  • sakit perut, kadang-kadang dengan muntah
  • mencret

Apa Penyebab Kram Menstruasi?

Keram menstruasi disebabkan oleh kontraksi di rahim, dimana strutur rahim merupakan otot. Rahim, suatu organ berongga, berbentuk buah pir di mana janin nantinya tumbuh, kontrak sepanjang siklus menstruasi wanita. Jika kontraksi rahim terlalu kuat, dapat menekan pembuluh darah di dekatnya, memotong pasokan oksigen ke jaringan otot rahim. Selama perode menstruasi, dinding uterus memproduksi hormone yang disebut prostaglandin. Hormon ini menyebabkan uterus berkontraksi, dan seringkali sakit. Wanita dengan jumlah prostaglandin yang lebih dari normal dapat mengalami keram. Nyeri terjadi ketika bagian dari otot kehilangan pasokan oksigen selama beberapa waktu.

Baca Juga:  Waspadai 5 gejala serangan jantung ini pada wanita!

Seiring berjalannya waktu, ketika kondisi hormone sudah mulai stabil, maka keram menstruasi ini akan berhenti.

Namun, untuk keram menstruasi sekunder (dismenore sekunder) maka terdapat penyebab lain seperti:

  • Terjadi Kondisi di mana ada sel-sel yang terlihat dan bertindak seperti sel-sel lapisan rahim (endometrium) dan ditemukan di bagian lain dari rongga perut (endometriosis) atau tumbuh ke jaringan otot tambahan di dinding rahim (adenomiosis). Nyeri biasanya terjadi 1-2 hari sebelum menstruasi dimulai dan terus berlangsung sepanjang periode menstruasi.
  • Pertumbuhan jaringan di panggul yang tidak bersifat kanker (pertumbuhan jinak), seperti kista ovarium, serviks atau rahim polip, atau fibroid.
  • Infeksi panggul. Risiko wanita untuk mengalami infeksi lebih tinggi ketika menstruasi karena pembukaan jalan serviks (leher rahim) melebar saat menstruasi. Tapi infeksi panggul, terutama yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, dapat terjadi setiap saat selain ketika periode menstruasi.
  • Menggunakan alat kontrasepsi intrauterine (IUD). IUD dapat menyebabkan peningkatan kram selama periode menstruasi untuk beberapa bulan pertama penggunaan. Jika kram menstruasi berlanjut atau memburuk, Anda mungkin perlu mencari cara KB lainnya.
  • masalah anatomi tubuh struktural yang hadir pada saat lahir (kongenital), seperti penyempitan bagian bawah rahim yang terbuka ke dalam vagina (serviks).

Keram menstruasi sekunder juga dapat terjadi setelah prosedur medis, seperti kauter, cryotherapy, konisasi, radiasi, biopsi endometrium, atau pemasangan AKDR (IUD).