Dismenore (Kram Menstruasi) – Penatalaksanaan dan Penyebab Sekunder

DokterSehat.com – Dismenore adalah suatu kata medis untuk keram nyeri yang terjadi sebelum atau selama periode menstruasi. Terdapat 2 tipe dismenore: dismenore primer dan sekunder.

doktersehat-maag-gastritis

Dismenore primer merupakan nama lain dari keram menstruasi yang biasa terjadi. Keram biasanya terjadi pada satu atau dua hari sebelum seorang wanita mendapatkan menstruasi. Nyeri biasanya terasa di perut bawah atau punggung, dapat nyeri ringan sampai nyeri berat. kram menstruasi umum sering mulai sesaat sebelum atau pada awal periode dan terus berlanjut satu sampai tiga hari.nyeri berkurang seiring bertambahnya usia wanita dan dapat berhenti sepenuhnya setelah wanita memiliki bayi pertamanya.

Dismenore sekunder adalah nyeri yang disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita. kram ini biasanya mulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi umummya terjadi.

Bagaimana meredakan keram menstruasi?

Untuk meredakan nyeri haid/keram menstruasi:

  • Konsumsi aspirin atau parasetamol sebagai pereda nyeri. (Jika ingin meredakan nyeri, sebaiknya Anda mengkonsumsi segera setelah perdarahan mulai)
  • Letakkan botol berisi air hangat atau handuk hangat di punggung bawah atau perut Anda.

Untuk meredakan keram menstruasi, Anda juga perlu:

  • Beristirahat secukupya
  • Menghindari makanan yang mengandung kafein dan garam
  • Menghindari merokok dan minum alcohol
  • Memijatkan punggung bawah dan perut ANda

Wanita juga perlu berolahraga teratur untuk mengurangi nyeri menstruasi. Untuk membantu mencegah keram, lakukan dengan rutin setiap minggu. Jika langkah-langkah di atas tidak meredakan nyeri Anda, maka dokter dapat memberikan obat untuk Anda, seperti:

  • Ibuprofen (dosis yang lebih tinggi daripada yang dijual di apotek tanpa resep) atau resep lain untuk pereda nyeri
  • Kontrasepsi oral (Wanita yang mengkonsumsi pil KB akan mengalami nyeri yang lebih ringan)

Apakah ada masalah pada organ reproduksi ketika mengalami nyeri haid?

Ketika seorang wanita memiliki penyakit pada organ reproduksinya, keram dapat menjadi gejalanya. Inilah yang disebut dengan keram menstruasi/dismenore sekunder. Kondisi yang mendasari dapat meliputi:

  • Terjadi Kondisi di mana ada sel-sel yang terlihat dan bertindak seperti sel-sel lapisan rahim (endometrium) dan ditemukan di bagian lain dari rongga perut (endometriosis) atau tumbuh ke jaringan otot tambahan di dinding rahim (adenomiosis). Nyeri biasanya terjadi 1-2 hari sebelum menstruasi dimulai dan terus berlangsung sepanjang periode menstruasi.
  • Pertumbuhan jaringan di panggul yang tidak bersifat kanker (pertumbuhan jinak), seperti kista ovarium, serviks atau rahim polip, atau fibroid.
  • Infeksi panggul. Risiko wanita untuk mengalami infeksi lebih tinggi ketika menstruasi karena pembukaan jalan serviks (leher rahim) melebar saat menstruasi. Tapi infeksi panggul, terutama yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, dapat terjadi setiap saat selain ketika periode menstruasi.
  • Menggunakan alat kontrasepsi intrauterine (IUD). IUD dapat menyebabkan peningkatan kram selama periode menstruasi untuk beberapa bulan pertama penggunaan. Jika kram menstruasi berlanjut atau memburuk, Anda mungkin perlu mencari cara KB lainnya.
  • masalah anatomi tubuh struktural yang hadir pada saat lahir (kongenital), seperti penyempitan bagian bawah rahim yang terbuka ke dalam vagina (serviks).
Baca Juga:  Dilema Yang Dialami Wanita Seputar Miss V

Bagaimana Anda Tahu Jika Keram menstruasi itu normal?

Jika Anda memiliki keram menstruasi berat atau tidak biasa, atau keram berlangsung sampai lebih dari beberapa hari (2 – 3 hari) setelah menstruasi selesai, periksakan ke doker. Keram menstruasi apapun penyebabnya dapat diobat, sehingga jangan takut dan segeralah periksa ke dokter.

Bagaimana Dokter akan Mendeteksi Keram Menstruasi?

Pertama, Anda akan diminta menceritakan gejala dan siklus menstruasi Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan pelvis di mana dokter akan memasukkan speculum untu melihat vagina dan serviks Anda. Sampel dari cairan vagina akan diambil untuk diuji. Dokter juga akan memasukkan jarinya ke dalam vagina untuk memeriksa kondisi rahim dan indung telur.

Jika keram menstruasi bukanlah keram primer, maka dokter akan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Dan tatalaksana selanjutnya akan didiskusikan dengan Anda.