Disfungsi Trombosit, Darah Tak Kunjung Berhenti Saat Terluka

DokterSehat.com – Trombosit berfungsi untuk membekukan darah saat terjadi pendarahan. Pada beberapa penyakit jumlah trombosit tetap normal namun trombosit mengalami difungsi sehingga tidak mampu mencegah pendarahan.



Penyebab

Disfungsi trombosit bisa disebabkan oleh faktor keturunan, seperti penyakit von Willebrand, bisa juga diakibatkan oleh obat-obatan tertentu.

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan disfungsi trombosit:

  • Leukimia
  • Gagal ginjal
  • Sirosis hati
  • Mieloma multipel
  • Lupus eritematosus sistemik

Obat-obatan yang bisa memicu disfungsi trombosit:

  • Aspirin
  • Penisilin dosis tinggi
  • Tiklopidin
  • Obat anti peradangan non-steroid yang biasa dikonsumsi untuk artritis, terkilir, dan nyeri.

Kelainan platelet herediter:

Penyakit Angka kejadian Keterangan Beratnya perdarahan
Penyakit von Willebrand Relatif sering Kekurangan atau tidak ada faktor von Willebrand (protein yg mengikat trombosit pada dinding pembuluh darah yg robek) atau kekurangan faktor VII Ringan sampai sedang; bisa berat pada penderita yg memiliki faktor von Willebrand sangat sedikit
Penyakt storage pool Relatif jarang Kekuarangan granul trombosit yg menyebabkan gangguan pada pembentukan gumpalan trombosit Ringan
Sindroma Chédiak-Higashi & Hermansky-Pudlak Jarang Merupakan bentuk penyakit storage poll yg khusus Bervariasi
Disfungsi tromboksan A2 Sangat jarang Gangguan respon trombosit terhadap rangsangan untuk membentuk gumpalan Ringan
Trombastenia Jarang Hilangnya protein di permukaan trombosit yg diperlukan untuk pembentukan gumpalan trombosit Bervariasi
Sindroma Bernard-Soulier Jarang Hilangnya protein di permukaan trombosit & trombosit yg berukuran besar yg tidak menempel pada dinding pembuluh darah Bervariasi

Gejala

Von Willebrand merupakan suatu kelainan dalam darah akibat kekurangan atau tidak adanya faktor von Willebrand (protein yg mengikat trombosit pada dinding pembuluh darah yang robek). Faktor von Willebrand terdapat pada trombosit, plasma, dan dinding pembuluh darah.

Jika protein berkurang atau bahkan menghilang maka perdarahan tidak bisa berhenti sebagaimana mestinya, walaupun pada akhirnya tetap akan berhenti.

Baca Juga:  Hiperkalsemia, Tingginya Kalsium Dalam Darah

Kelainan ini bisa diturunkan oleh orangtua kepada anaknya. Penderita kelainan ini biasanya memiliki orangtua yang memiliki riwayat gangguan perdarahan.

Anak yang menderita kelainan ini akan mudah memar atau mengalami pendarahan berlebihan akibat kulitnya tergores, pengangkatan amandel, pencabutan gigi, dan pembedahan lainnya.

Pada wanita kelainan ini biasanya ditunjukkan dengan banyaknya darah haid yang keluar. Selain itu, stres, perubahan hormonal, peradangan, infeksi, dan kehamilan dapat merangsang tubuh meningkatkan pembentukan faktor von Willebrand dan untuk sementara waktu bisa memperbaiki pembentukan bekuan.

Pemakaian aspirin atau obat artritis lainnya dapat memperparah perdarahan karena bisa mempengaruhi fungsi trombosit

Penanganan

Penderita von Willebrand biasanya akan mengalami nyeri. Untuk mengatasinya bisa diberikan obat asetaminofen yang tidak mengganggu fungsi trombosit.

Faktor von Willebrand adalah protein yang membawa faktor VII, karena itu kadar faktor VII juga bisa menurun.

Pada pemeriksaan laboratorium penderita von Willebrand akan menunjukkan jumlah trombosit normal namun saat penghentian keluarnya darah berlangsung lama.

Bila terjadi perdarahan hebat maka akan diberikan tranfusi faktor pembekuan darah yang mengandung faktor von Willebrand. Pada penyakit yang ringan, diberikan desmopressin untuk meningkatkan jumlah faktor von Willebrand, sehingga penderita bisa menjalani pembedahan atau prosedur gigi tanpa transfusi.

Pada sebagian besar kasus, kelainan fungsi trombosit yang terjadi tidak menyebabkan perdarahan yang hebat.