Disfungsi Plica Vocalis (2)

DokterSehat.Com PATOFISIOLOGI
Selama siklus pernapasan normal, pita suara secara parsial melakukan gerakan abduksi (gerakan menjauh) ketika inhalasi (menghirup napas) dan sebagian adduksi (gerakan penutupan pita suara) pada akhir pernafasan. Gerakan pita suara phasic adalah fisiologis, dan memungkinkan gerakan tanpa hambatan udara ke dalam dan ke luar paru-paru untuk menjaga patensi alveolar paru-paru dengan memberikan positive airway pressure (tekanan positif) selama ekspirasi (yaitu, tekanan positif akhir ekspirasi [PEEP]).



Laring, oleh karena itu, berfungsi sebagai katup saluran napas bagian atas untuk membantu menjaga ekspansi paru-paru. Untuk fungsi ini, laring dipersarafi, dan ukurannya diatur oleh aktivasi otot lurik yang berada di bawah kontrol sukarela dan refleksif. Laring dan saraf motor neuron pernapasan mempengaruhi ukuran pita suara, dan mereka, pada gilirannya, dapat dipengaruhi oleh aktivitas refleks vagal yang timbul dari reseptor paru dan laring.

Mekanisme yang menyebabkan penyempitan celah pita suara (glotis) atau penutupan intermiten selama inspirasi independen dari setiap perubahan kaliber saluran napas bagian bawah tidak diketahui. Pada pasien yang terkena, fungsi terintegrasi dari pita suara berhenti episodik, yang mengarah ke episode intermiten obstruksi jalan napas akut fungsional. Tanda-tanda  dan gejala klinis mirip dengan yang diamati pada gangguan seperti kelumpuhan pita suara, asma, epiglottitis (radang epiglotis), spasme laring, dan angioedema sekunder untuk anafilaksis.

Laporan kasus baru-baru ini telah dijelaskan penyebab lain dari VCD, seperti patch inlet dari mukosa lambung heterotopic di kerongkongan bagian atas [11] dan paparan zat kimia seperti glutaraldehyde dan klorin yang terhirup oleh perenang atau penyelam.

VCD tampaknya menjadi bagian dari spektrum gangguan saluran napas yang disebabkan oleh kecelakaan kerja, termasuk pajanan iritasi dan stres psikologis, pada bencana World Trade Center. Sebuah studi baru-baru mengevaluasi peran tes psikologi pada pasien dengan disfungsi pita suara paradoks dan menemukan pola yang konsisten dengan gangguan mental pada beberapa pasien; Namun, sebagian pasien tampaknya tidak terkait dengan psikopatologi.

Baca Juga:  Jerawat dan Komedo - Komplikasi

Singkatnya, penyebab pasti kondisi ini tidak jelas terlihat dan mungkin multifaktorial. Sebuah hipotesis menyatakan bahwa mediasi dari saraf vagus dapat mengubah nada laring dan menurunkan ambang batas untuk rangsangan yang menghasilkan spasme pita suara atau gerakan adduksi abnormal pita suara. Literatur terbaru menunjukkan penekanan lebih besar pada penyebab organik seperti refluks gastroesophageal dan refluks laryngopharyngeal (yaitu kondisi asam lambung yang berbalik naik ke saluran napas atas) karena laringofaring yang sangat sensitif terhadap iritasi asam lambung.