Diltiazem – Peringatan, Kehamilan dan Menyusui (3)

Nama: Diltiazem



Peringatan
Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas
  • Sindrom Wolff-Parkinson-White, sindrom Lown-Ganong-Levine, gejala hipotensi berat (tekanan darah sistolik <90 mm Hg), sindrom sakit sinus (jika tidak ada alat pacu jantung), 2 ° / 3 & deg (jika tidak ada alat pacu jantung); blok jantung
  • PO: infark miokard akut dan kongesti paru
  • IV: Gunakan pada bayi baru lahir (karena benzil alkohol), bersamaan terapi beta-blocker, syok kardiogenik, takikardia ventrikel (harus menentukan apakah asalnya dari supraventricular atau ventrikel)

Perhatian

  • Dapat menyebabkan pulsasi normal lambat jantung atau derajat blok AV kedua atau ketiga pada pasien dengan sindrom sakit sinus sehingga berada pada peningkatan risiko bradikardia (risiko meningkat jika diberikan dengan obat yang dikenal untuk memperlambat konduksi jantung)
  • Sindrom Stevens-Johnson, toksik epidermal necrolusis, eritema multiforme dan / atau eksfoliatif dermatitis dilaporkan
  • peningkatan yang signifikan pada kadar enzim hati seperti alkali fosfatase, LDH, AST (SGOT), ALT (SGPT) dan tanda-tanda cedera hati akut dilaporkan; reversibel setelah penghentian terapi obat
  • peningkatan ringan dari transaminase dengan dan tanpa peningkatan alkali fosfatase dan bilirubin; penignkatan biasanya mereda bahkan dengan perawatan diltiazem lanjutan
  • gejala hipotensi dengan atau tanpa sinkop dilaporkan
  • edema perifer terjadi dalam waktu 2-3 minggu terapi dimulai
  • Gunakan dengan hati-hati pada kardiomiopati obstruktif hipertrofik, gangguan hati / ginjal, disfungsi ventrikel kiri
  • penggunaan bersamaan diltiazem dengan beta-blocker atau digitalis dapat mengakibatkan efek aditif pada konduksi jantung; bradikardia sinus yang mengakibatkan perlunya rawat inap di rumah sakit dilaporkan dengan penggunaan bersamaan dari clonidine dan agen lain yang memperlambat konduksi jantung

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori C

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi
Baca Juga:  Acyclovir - Dosis dan Indikasi untuk Anak (2)

Pada ibu menyusui, obat memasuki air susu, karena risiko serius dari efek samping bayi yang disusui ibu yang mengkonsumsi diltiazem, keputusan harus dibuat apakah hendak menghentikan pemberian ASI atau menghentikan mengkonsumsi obat, karena obat juga penting bagi kehidupan sang ibu.