Dilarang Memakai Obat Kuat pada Orang yang memiliki gangguan jantung dan Ginjal

DokterSehat.Com – Banyak sekali obat kuat pria yang beredar dipasaran tanpa menggunakan resep dan anjuran dari dokter. Terkadang para penggunanya tidak melihat dosis ataupun cara penggunaannya serta kontraindikasi dari penggunaan obat tersebut. Obat kuat pria yang paling banyak beredar saat ini adalah Viagra. Viagra merupakan salah satu merek dari obat generik yang bernama sildenafil. Pada dasarnya obat ini bekerja dengan cara melebarkan dan melemaskan dinding pembuluh darah agar aliran darah ke penis meningkat saat ada rangsangan. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah tidak hanya spesifik untuk pembuluh darah penis saja yang melebar tetapi seluruh pembuluh darah yang ada ditubuh tidak terkecuali jantung, ginjal dan otak.

doktersehat-serangan-jantung-heart-attack

Yang perlu diketahui adalah jangan sekali-kali mengonsumsi lebih dari satu dosis dalam waktu 24 jam dan dikonsumsi satu jam sebelum berhubungan. Ketidaktahuan bahwa sildenafil membutuhkan waktu untuk bekerja adalah kesalahan bagi banyak penggunannya. Kebanyakan penggunanya menggunakan obat kuat ini sesaat ingin berhubungan. Karena dirasa tidak berpengaruh banyak, kebanyakan orang malah menambah dosis agar dapat dihasilkan maksimal. Padahal obat ini butuh waktu untuk bereaksi sekita setengah hingga satu jam. Itupun efek yang dihasilkan dapat maksimal apabila mendapat rangsangan dari pasanagan sebelumnya. Oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan penetrasi.

Efek ringan yang dihasilkan apabila dikonsumsi berlebih misalnya dikonsumsi lebih dari satu dosis atau melebihi 100 mg perhari adalah timbulnya sakit kepala, mual, hidung tersumbat, wajah kemerahan dan gangguan pencernaan. Efek lanjut yang dapat terjadi bagi yang mengonsumsi lebih adalah nyeri dada hingga hilangnya penglihatan secara tiba-tiba.

Sildenafil sangat dikontraindikasikan bagi orang yang memiliki gangguan jantung terlebih orang yang sedang mengonsumsi obat jantung seperti propanolol. Efek pelebaran pembuluh darah yang berlebih akan mengurangi kontraksi jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi lebih lambat. Akibatnya apabila kontaksi jantung yang sangat menurun secra tiba-tiba dapat mengakibatkan orang dapat lemas dan jatuh mendadak. Begitu juga pada organ ginjalnya, obat ini dapat menurunkan kerja ginjal apabila dikonsumsi secara berlebih sehingga apabila pada orang yang memiliki gangguan pada ginjal akan semakin menggangu kerja ginjal dalam mengatur sistem pada tubuh kita.