Difteri Masih Mengancam, Jangan Beli Terompet Tahun Baru Dulu

DokterSehat.Com– Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kita tentu akan kerap melihat penjual terompet kertas di pinggir jalan. Perayaan Tahun Baru memang akan kurang meriah tanpa adanya suara dari terompet-terompet ini. Namun, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru-baru ini justru memberikan peringatan pada masyarakat untuk mewaspadai terompet tahun baru ini mengingat masih ramainya kasus difteri di sembarang tempat.



Sitti Hikmawatty, Komisioner Bidang Kesehatan KPAI, menyebutkan bahwa hingga saat ini, 43 anak harus meregang nyawa akibat dari difteri. Sebagian besar dari korban difteri ini adalah anak di bawah 5 tahun. Bahkan, kasus difteri total yang muncul di Indonesia sudah mencapai 780 kasus sehingga menyebabkan dikeluarkannya Kejadian Luar biasa (KLB) di berbagai tempat.

Tak hanya semakin menggalakkan program imunisasi demi mengatasi penyebaran penyakit ini, ada baiknya masyarakat juga mewaspadai penularan dari penyakit ini, salah satu diantaranya adalah melalui terompet tahun baru.

Sebagaimana kita ketahui, terompet tahun baru yang dibuat dari bahan kertas dan dijual di pinggir jalan ini pastilah sudah pernah dicoba oleh pembuatnya, penjualnya, atau bahkan calon pembeli. Hal ini berarti, ada kemungkinan terompet ini sudah tersentuh oleh cukup banyak mulut. Padahal, penyebaran kuman penyebab difteri bisa melalui udara atau ludah yang menempel pada terompet. Padahal, kuman difteri ini bisa hidup hingga 2 minggu di suhu ruangan. Jika sampai kita meniup terompet yang sudah terpapar kuman difteri, maka besar kemungkinan kita akan tertular oleh penyakit mengerikan ini.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita lebih waspada saat membeli terompet tahun baru, khususnya saat ini dimana ada kemungkinan kita bisa terkena difteri jika tidak berhati-hati. Jika memang ingin membeli terompet, belilah yang sepertinya tidak perlu dicoba terlebih dahulu atau yang sudah terbungkus dalam plastik.