Diet Untuk Asam Urat

DokterSehat.Com – Bagi Anda yang dinyatakan positif mengidap penyakit asam urat, maka sudah semestinya untuk segera malakukan kontrol terhadap setiap makanan yang mau disantap, pengaturan pola makan yang tepat memang harus segera dilakukan sebagai upaya diet asam urat. Dan menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi Anda yang sudah terdapat timbunan asam urat yang tinggi dalam tubuh Anda.



Diet asam urat tinggi adalah suatu kewajiban dan keharusan. Kalau tidak, maka bersiap-siaplah Anda untuk merasakan penderitaan yang sangat akibat serangan rasa nyeri di hampir seluruh atau sekujur tubuh. Tentu Anda tidak menginginkan hal itu terjadi bukan? Bahkan mungkin membayangkannya pun tidak mau.

Seperti yang kita ketahui bersama pada pembahasan sebelumnya, kadar asam normal untuk wanita 2,4 hingga 6 mg/dl, sementara bagi pria 3 hingga 7 mg/dl. Bagi Anda yang sudah mengidap penyakit asam urat, tentu kadarnya ada di atas itu. Agar kadar asam urat dapat kembali normal maka sangatlah disarankan bahkan di wajibkan untuk segera melakukan diat asam urat.

Prinsip menu pada diet asam urat harus mengurangi asupan makanan yang tinggi purin sehingga membantu mengontrol produksi asam urat oleh tubuh, jika seseorang mengalami obesitas dan berusaha menurunkan berat badan dengan cepat maka ini dapat meningkatkan produksi asam urat sehingga meningkatkan resiko serangan gout (asam urat). Minum bnyak cairan untuk membantu mengeluarkan asam urat dari tubuh. Hindari juga diet tinggi protein yang dapat menyebabkan banyak produksi asam urat (hyperuricemia).

Berikut tips dalam menyusun menu asam urat :

  1. Membatasi protein hewani
    Hindari dan batasi makanan yang tinggi purin seperti jeroan (hati, usus, jantung, otak dan paru – paru), daging merah (sapi, babi dan kambing), ikan berlemak dan makanan laut (ikan tuna, udang, lobster dan kerang). Karena semua protein hewani mengandung purin maka perlu batasan asupan hanya 4 – 6 ons (113 – 170 gram) setiap hari.
  1. Boleh makan protein nabati berlebih
    Pemenuhan kebutuhan protein dapat anda dapatkan dari seperti kacang dan kacang polong yang secara tidak langsung membantu anda mengurangi lemak jenuh dan mencegah obesitas atau asam urat.
  1. Batasi dan hindari alcohol
    Alkohol akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh sehingga akan meningkatkan resiko serangan asam urat.
  1. Minum banyak cairan terutama air
    Cairan dapat membantu menghilangkan asam urat dari tubuh. kebutuhan cairan tubuh sekitar 8 gelas sehari.
  1. Pilih karbohidrat kompleks
    Makan biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan karbohidrat olahan seperti kue, roti dan permen memiliki asam urat yang rendah.
Baca Juga:  Menghitung Masa Subur

Makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin :

  1. Golongan A
    Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah usus, hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
  1. Golongan B
    Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
  1. Golongan C
    Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, wortel, sayuran selain dari golongan B, dan buah-buahan. Untuk penderita asam urat maka makanan golongan A harus dihindari, membatasi jumlah makanan golongan B dan boleh makan banyak untuk golongan C.