Diet Rendah Karbohidrat Tinggi Protein Timbulkan Masalah Ginjal dan Kesuburan

Dokter Sehat – Kebanyakan orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan mereka dengan cepat sering menggunakan model diet tinggi protein atau diet rendah karbohidrat, binaragawan pun sering memakai metode ini untuk mengurangi lemak pada tubuh mereka.



Seperti diketahui bahwa karbohidrat merupakan sumber energy utama bagi tubuh selain lemak dan protein, itu sebabnya tubuh cenderung memilih karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energy. Sisa karbohidrat yang tidak terpakai akan tersimpan menjadi lemak, membuat beberapa orang beranggapan bahwa pola makan yang telah diatur sedemikian rupa menjadi diet tinggi protein dan rendah lemak, sehingga lemak dapat dibakar dengan olahraga secara rutin dan energy dapat tercukupi melalui asupan protein yang tinggi.

penerapan diet rendah karbohidrat tinggi protein tidak berbahaya jika dilakukan dalam kurun waktu singkat, misalnya empat hingga 6 bulan saja. Jika lebih dari itu, maka ada risiko yang akan diterima tubuh Anda. Inilah beberapa di antaranya :

1.Beberapa laporan menunjukkan bahwa orang yang melakukan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein mengalami masalah kekurangan gizi dan sembelit parah.

2.Beberapa laporan lain menyebutkan bahwa orang-orang yang menerapkan diet tinggi protein dengan mengonsumsi banyak produk susu rendah lemak dan daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung.

3.Sedangkan masalah lain yang dilaporkan dari orang yang melakukan diet tinggi protein adalah gangguan fungsi ginjal, Hal ini disebabkan karena ginjal kesulitan melakukan metabolisme protein dan membuangnya dari tubuh.

4.Laporan yang ditulis dalam Dailymail menunjukkan bahwa beberapa wanita mengalami rambut rontok yang parah, masalah tulang hingga masalah kesuburan.

Karena itu ladies, jangan sembarangan diet. Konsultasikan dulu rencana diet Anda pada dokter. Setiap wanita punya tubuh yang berbeda, kadang diet orang lain berhasil, kadang tidak di Anda. Maka pastikan diet Anda tepat dan dalam pengawasan dokter.