Diet Rendah Karbohidrat Jusru Menurunkan Sistem Metabolisme Tubuh

DokterSehat.Com – Banyak orang yang ingin mengambil jalan pintas saat ingin menurunkan berat badan. Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan melakukan diet rendah karbohidrat atau menurunkan asupan karbohidrat harian baik itu dengan cara mengurangi porsi nasi atau mengurangi frekuensi makan. Memang, dengan cara ini, kita bisa dengan cepat menurunkan berat badan. Sayangnya, diet rendah karbohidrat ini juga akan membuat sistem metabolisme tubuh kita menurun. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-pria-makanan-bergizi-sehat-sayur-buah-bahagia-diet-sindrom-metabolik

Fakta tentang penurunan sistem metabolisme tubuh ini didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic pada para pelaku diet di beberapa negara bagian Amerika Serikat antara bulan Januari 2005 hingga April 2016. Dari data yang berhasil dihimpun, diketahui bahwa mereka yang menerapkan diet rendah karbohidrat mampu menurunkan berat badan sebanyak 4 kg hanya dalam waktu 6 bulan. Sayangnya, setelah durasi waktu tersebut, efek diet justru cenderung sama saja dengan mereka yang menggunakan cara diet lainnya.

Dr. Heather Fields, pakar kesehatan penyakit dalam dari Mayo Clinic, berkata bahwa diet rendah karbohidrat memang cukup aman untuk dilakukan andai kita membutuhkan penurunan berat badan dalam waktu yang singkat. Namun, itupun dengan syarat juga harus menghindari asupan daging olahan layaknya sosis, hot dog, bacon, atau daging ham. Hal ini dikarenakan diet rendah karbohidrat ini justru akan memicu seseorang memiliki keinginan lebih tinggi untuk mengkonsumsi daging-dagingan. Padahal, andai konsumsi protein dari daging ini meningkat dengan signifikan, resiko seseorang terkena penyakit kanker, tekanan darah tinggi, kenaikan kolesterol, dan juga kenaikan kadar gula darah, akan semakin meningkat.

Dr. Tiffany Lowe-Payne, seorang pakar kesehaatan ostephathik keluarga, menyebutkan jika setiap orang ternyata memiliki kebutuhan dan kecocokan diet yang berbeda-beda karena hal ini sangat bergantung pada riwayat kesehatan atau faktor genetik, namun, ada baiknya memang kita tidak asal melakukan program penurunan berat badan yang bisa jadi justru akan kurang baik bagi kesehatan kita.