Diet Fat Loss atau Weigt Loss???

DokterSehat.com– Melakukan tahapan diet menjadikan sebagian orang akan banyak mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi. Jadi ketika melihat label free sugar atau low fat pada berbagai kemasan makanan, tentunya akan menggiurkan mata Anda. Namun hal itu tidak serta merta menjadi sebuah hal yang harus menjadi kebiasan Anda untuk mengkonsumsi makanan dengan kriteria tersebut. Lemak tetap menjadi salah satu jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh.



Ada seorang pakar kesehatan yang menyebutkan bahwa banyak orang salah dengan menghindari makanan berlemak saat diet. Dengan memakan lemak justru akan memproduksi hormon yang akan memberi tahu Anda, kapan harus berhenti makan. Hal ini dikarenakan dengan mengkonsumsi lemak justru akan membuat Anda menjadi lebih cepat kenyang, padahal dengan porsi makan yang sedikit. Lemak akan sangat bermanfaat sebagai sumber energi. Sehingga cara yang lebih tepat adalah membatasi jumlah karbohidrat dan mengkonsumsi lemak dengan jumlah yangt tepat.

Dengan cara tersebut diet yang Anda lakukan adalah fat loss. Jika Anda melakukan diet dengan tujuan untuk weight loss, maka yang akan Anda dapat adalah kehilangan otot, lemak, dan cairan tubuh. Sedangkan metode fat loss merupakan cara yang lebih tepat, yaitu dengan mengonsumsi lemak dengan jumlah yang tepat justru dapat mengurangi jumalah lemak yang berlebih dalam  tubuh. Diet fat loss dengan cara memenuhi kebutuhan asupan makanan dengan nutrisi yang seimbang, serta latihan (olahraga) akan membuat Anda menjadi lebih bugar.

Jadi jika banyak orang yang takut akan kolesterol, sugestikan pada pikiran Anda, bahwa tidak semua jenis kolesterol itu jahat. Ada pula jenis kolesterol yang baik selama diolah secara tepat. Misalnya jangan menggunakan  minyak goreng yang sudah banyak dipakai berulang-ulang. Ketika kita mengkonsumsi kolesterol, justru tubuh yang akan mengolahnya menjadi lebih rendah, agar kandunagan dalam darah tetap seimbang.