Divertikulitis – Diet dan Pengobatan

Diet tinggi serat merupakan langkah untuk pencegahan divertikulosis dan divertikulitis.

doktersehat-wanita-makan-salad-sayur-buah-tulang-gigi

  • Mulailah diet tinggi serat karena dapat menurunkan risiko komplikasi dan gejala yang menyertai, namun jika memang seseorang sudah memiliki divertikula, serat tidak mampu menghiangkan divertikula yang sudah ada. Makanan tinggi serat meliputi:
    • Sereal mengandung gandum utuh dan roti
    • Buah-buahan (apel, pir, mangga, buah naga)
    • Sayur (brokoli, bayam, wortel)
    • Kacang-kacangan
  • Minum cairan dalam jumlah cukup juga mampu membuat tinja lebih lunak sehingga mudah lewat dan mencegah konstipasi. Kondisi ini akan mencegah divertikulosis.
  • Olahragalah untuk menjaga fungsi usus tetap normal.

Sebelumnya pasien dengan divertikulosis/ divertikulitis dilarang untuk makan makanan seperti kacang, jagung karena dipercaya dapat menyelip ke dalam kantung divertikula dan menyebabkan peradangan (inflamasi). Namun, penelitian terbaru menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi, dan justru makanan seperti kacang dan jagung bagus untuk kondisi divertikulosis/divertikulitis. Diskusikan diet Anda dengan dokter.

Apa pengobatan untuk divertikulitis dan divertikulosis?
Divertikulosis dengan gejala biasanya diterapi seperti pengobatan di bawah ini. Terapi ini dibuat unuk melunakkan tinja dan membantu tinja agar dapat melewati usus dengan lebih cepat.

  • Diet tinggi serat untuk divertikulitis: beberapa dokter merekomendasikan suplemen serat untuk mencegah konstipasi
  • Cairan bening
  • Pengobatan nyeri ringan.

Tatalaksana divertikulitis terkait dengan keparahan kondisi

  • Kasus yang sederhana dapat diterapi oleh dokter di klinik, atau oleh pasien dengan diet tinggi serat
  • Terapi kasus yang tidak rumit biasanya terdiri dari antibiotik dan pengistirahatan usus. Pengistirahatan usus biasanya membutuhkan 2-3 hari, hanya boleh mengkonsumsi air putih (tidak boleh makan), sehingga kolong dapat sembuh tanpa harus bekerja
  • Kasus yang rumit biasanya meliputi nyeri berat, demam, atau perdaahan. Jika individu memiliki gejala-gejala tersebut, maka indvidu tersebut perlu dirawat di rumah sakit. Tatalaksana terdiri dari antibiotik IV atau oral, pengistirahatan usus besar, dan kemungkinan pembedahan.