Efusi Pleura – Diagnosis dan Penanganan

doktersehat-konsultasi-paru-doter-kanker-rokok-nyeri-dada-Pneumonia-Atipik

Untuk menentukan diagnosis efusi pleura, dibutuhkan evaluasi menyeluruh. Evaluasi bisa dilakukan melalui pengumpulan informasi dari pasien dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang berguna adalah dengan pemeriksaan sinar X thorax. Pengambilan sampel cairan juga dapat membantu mendiagnosis penyebab dari efusi pleura.

Selain itu, dokter mungkin akan menggunakan auskultasi (mendengarkan dengan stetoskop), perkusi (mengetuk dada), dan manuver lain ketika efusi pleura dicurigai. Meski begitu, efusi pleura paling sering ditemukan pada tes pencitraan. Sementara tes umum yang digunakan untuk mengidentifikasi efusi pleura meliputi:

  • Pemeriksaan rontgen dada: Seringkali merupakan langkah pertama dalam mengidentifikasi efusi pleura. Efusi pleura muncul pada sinar-X dada sebagai ruang putih di dasar paru-paru. Jika efusi pleura mungkin terjadi, pemeriksaan tambahan sinar-X dapat diambil saat seseorang berbaring, disebut pemeriksaan sinar-X lateral dekubitus sehingga dapat menunjukkan apakah cairan mengalir dengan bebas dalam dada karena prinsip cairan adalah menempati permukaan terendah dan berpemukaan datar.
  • Computed tomography (CT scan): Sebuah pemeriksaan CT-scan dengan sinar-X secara cepat, dan komputer akan membangun gambar dari bagian dalam dada. Dibandingkan dengan sinar-X dada, CT scan menghasilkan informasi yang lebih detail tentang efusi pleura dan kelainan paru-paru lainnya.
  • Ultrasound: Sebuah probe ditempatkan pada dada untuk menggambarkan gelombang suara benergi tinggi yang ditimbulkan. Metode ini dapat membantu mengidentifikasi aliran cairan efusi pleura.
  • Setelah efusi pleura diidentifikasi pada pencitraan, sampel cairan biasanya diambil untuk menentukan karakter efusi pleura. Dalam prosedur yang disebut thoracentesis, dokter memasukkan jarum dan kateter antara tulang rusuk ke dalam rongga pleura. Sejumlah kecil cairan ditarik untuk diperiksa dan sejumlah besar volume cairan dapat dihilangkan secara bersamaan untuk mengurangi gejala.

Penanganan Efusi Pleura

Karena efusi pleura timbul sebagai komplikasi dari penyakit-penyakit lain, maka pengobatan yang harus dilakukan pun adalah dengan cara menyembuhkan kondisi-kondisi yang menyebabkannya. Contohnya, pemberian antibiotik untuk pneumonia atau diuretik untuk gagal jantung kongestif.

Efusi pleura luas sering membutuhkan drainase untuk memperbaiki gejala dan mencegah komplikasi. Berbagai prosedur dapat digunakan untuk mengobati efusi pleura, termasuk:

  • Tabung torakotomi (tabung dada). Sebuah sayatan kecil dibuat di dinding dada, dan sebuah tabung plastik dimasukkan ke dalam rongga pleura. Tabung dada juga melekat pada alat hisap dan sering disimpan di tempat selama beberapa hari dan akan menyedot kelebihan cairan pada efusi pleura.
  • Zat yang mengiritasi (seperti bedak atau doxycycline) disuntikkan melalui tabung dada, ke dalam rongga pleura. Zat ini menyebar di pleura dan dinding dada, yang kemudian mengikat erat satu sama lain karena dapat memulihkan. Dalam banyak kasus, pleurodesis efektif mencegah efusi pleura berulang.
  • Drainase pleura. Proses ini semacam proses menguras isi rongga pleura. Untuk efusi pleura yang berulang kali kambuh, kateter jangka panjang dapat dimasukkan melalui kulit ke dalam rongga pleura. Seseorang yang terpasang kateter pleura dapat melakukan drainase efusi pleura secara berkala di rumah.
  • Dekortikasi pleura. Ahli bedah dapat beroperasi di dalam rongga pleura, mengambil jaringan yang meradang dan jaringan yang tidak sehat. Dekortikasi dapat dilakukan dengan menggunakan sayatan kecil (thorakoskopi) atau satu besar (thorakotomi).

 

Efusi Pleura: 1 2 3