Diabetes Mellitus (Kencing Manis) – Apa Saja Masalah Kesehatan yang Ditimbulkan? Infeksi Kulit, Masalah Pencernaan, Stroke

DokterSehat.Com – Jaga diri Anda ketika Anda didiagnosis dengan diabetes. Anda perlu mengecek gula darah Anda, pola makan yang benar, tetap aktif, dan konsumsi obat-obatan. Kini di era BPJS, diabetes sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah, dengan jalan Anda melakukan iuran BPJS setiap bulan, lalu jika memang pengecekkan gula darah Anda tinggi, maka setiap bulan Anda akan mendapatkan obat gratis (obat diabetes akan diberikan secara cuma-cuma untuk sebulan) dan akan mendapatkan pengecekkan gula darah gratis dari pemerintah melalu program “prolanis”. Gula darah yang dicek adalah gula darah puasa dan gula darah 2 jam setelah makan oleh laboratorium.

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c

Dengan begitu, ketika kadar gula kita terkontrol, maka diharapkan komplikasi diabetes dapat terhindarkan dari diri Anda, dan Anda dapat hidup sehat selayaknya orang tanpa penyakit gula.

Kondisi Kulit

Banyak perubahan kulit yang terjadi karena infeksi, yang ternyata juga dipicu oleh diabetes. Kulit Anda dapat terasa lebih gatal, atau dapat terasa lebih tipis atau lebih tebal, atau Anda dapat merasa kulit Anda bersisik atau ada perubahan warna. Sirkulasi aliran darah yang tidak lancar dan masalah pada saraf yang disebabkan karena diabetes juga berpengaruh pada kondisi kulit Anda. Jika Anda mengalami peradangan pada kulit, atau kulit seperti gatal dan terbakar karena infeksi, dokter akan meresepkan krim atau salep kulit. Yang jelas, tetap jaga kadar gula Anda dan periksakan setiap bulan kondisi Anda.

Masalah pada Pencernaan

Saraf yang disebut “nervus vagus” menggerakkan usus untuk mengolah makanan di saluran pencernaan. Jika diabetes merusak saraf tersebut, maka pencernaan akan semakin lambat. Anda akan merasakan sensasi terbakar pada dada yang disebut heartburn, mual, muntah, kembung, dan merasa terlalu kenyang setelah makan, dan akan kehilangan nafsu makan. Kontrol kadar gula darah dalam batas normal untuk mencegah masalah ini. Bahkan ketika masalah ini sudah semakin parah, maka Anda akan sulit buang air besar (konstipasi) atau justru malah diare. Makan makanan sehat atau obat laksatif dapat membuat Anda tetap rutin buang air besar.

Baca Juga:  Wanita di Inggris ini Memiliki Ginjal yang Berusia 100 Tahun dan Tetap Hidup Sehat

Stroke

Stroke akan menyerang orang diabetes lebih sering, dan cenderung terjadi pada usia yang lebih muda daripada orang tanpa diabetes. Stroke terjadi ketika satu pembuluh darah yang mengantarkan nutrisi ke otak menjadi melemah, cedera, atau terblok. Ketika jaringan otak kekurangan nutrisi yang dialirkan oleh darah, maka otak akan rusak secara permanen (selamanya) dalam hitungan 8 menit. Bagaimana cara mencegahnya? Kontrol gula darah secara teratur. Semakin tinggi angka kadar gula darah Anda, artinya risiko stroke Anda akan semakin tinggi. Olahraga yang cukup, jaga berat badan, dan yang terpenting: hindari merokok.