Diabetes Melitus dan Masalah Kaki – Ulasan Neuropati Diabetikum dan Pembuluh Darah Tepi

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat dikaitkan dengan komplikasi serius. Kaki khususnya adalah organ yang berada pada risiko tersebut. Dua kondisi yang disebut neuropati diabetikum dan penyakit pembuluh darah tepi dapat merusak kaki (dan area lain di tubuh) pada orang dengan kencing manis.

doktersehat-sakit-kaki-keseleo-mata-kaki

Apakah neuropati diabetikum?
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama tanpa terkontrol dengan obat dapat merusak saraf yang disebut neuropati, dan kondisi ini mempengaruhi kemampuan tubuh untuk merasakan nyeri maupun suhu. Kondisi ini seringkali disebut juga sebagai “neuropati diabetik sensoris” yang meningkatkan risiko kerusakan kondisi kaki orang dengan diabetes akibat kurangnya sensasi perasa sehingga ketika kaki terkena benda tajam atau terluka, tubuh tidak meresponnya untuk menghindari benda tajam tersebut. Sekitar 10% orang dengan diabetes terkena ulkus kaki karena penyakit pembuluh darah tepi dan kerusakan saraf. Orang dengan diabetes bisa jadi tidak menyadari adanya peradangan atau luka padaa kakinya, sehingga memicu infeksi. Kerusakan ssaraf juga mempengaruhi fungsi otot kaki.

Apakah penyakit pembuluh darah tepi?
Kencing manis dihubungkan dengan sirkulasi (aliran darah) yang buruk. Aliran darah yang tidak adekuat akan meningkatkan waktu penyembuhan dari luka dan radang. Penyakit pembuluh darah perifer merujuk pada aliran darah di lengan dan kaki. Aliran darah yang buruk akan meningkatkan risiko kesembuhan yang tertunda dari suatu infeksi, dan pada akhirnya meningkatkan risiko ulkus dan gangren, yaitu suatu jaringan mati yang terjadi di sekitar area yang terluka karena ketidakmampuan suplai darah.