Diabetes Melitus: Apakah bisa sembuh?

DokterSehat.ComBagaimana cara mengetahui apakah kita menderita diabetes atau tidak?

doktersehat-diabetes-gula-penyakit

Dokter akan mencurigai adanya penyakit diabetes, jika pasien memiliki faktor risiko diabetes, atau terdapat kadar gula yang tinggi dalam air kemih. Kadar gula darah akan meningkat jika pankreas tidak dapat menghasilkan insulin dalam jumlah cukup, atau jika tubuh tidak merespon terhadap insulin.

Diagnosis diabetes dilakukan dengan beberapa pemeriksaan. Dokter mungkin juga perlu mengulang pemeriksaan-pemeriksaan tersebut untuk memastikan kembali diagnosis.

  • Pemeriksaan glukosa darah puasa, yaitu pemeriksaan kadar gula darah pada pagi hari sebelum orang yang diperiksa tersebut makan. Kadar gula darah 126 mg/dL atau lebih menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami diabetes melitus.
  • Pemeriksaan toleransi glukosa oral, yaitu pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan 2 jam setelah orang yang diperiksa minum air gula. Kadar gula 200 mg/dL atau lebih menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami diabetes melitus.
  • Pemeriksaan A1c, yaitu pemeriksaan darah untuk menilai kadar gula darah dalam waktu 2-3 bulan terakhir sebelum pemeriksaan. Kadar A1c 6,5% atau lebih menunjukkan bahwa seseorang menderita diabetes.

Bagaimanakah pengobatan diabetes?

Diabetes merupakan penyakit serius yang tidak bisa diobati tanpa panduan dokter. Dokterlah yang bisa merencanakan dan menjelaskan pengobatan yang harus dijalani. Penderita diabetes mungkin juga akan memerlukan ahli lain untuk pengobatan diabetesnya, misalnya ahli gizi, dokter spesialis mata, dokter spesialis saraf, dokter spesialis jantung, dan dokter spesialis endokrin (yang lebih ahli dalam mengatasi penyakit hormonal seperti diabetes, dimana terdapat gangguan pada hormon insulin).

Pengobatan diabetes memerlukan pemantauan ketat kadar gula darah (dan mempertahankan kadar gula darah pada target yang ditetapkan oleh dokter) dengan bantuan obat-obatan, olahraga, dan makanan. Dengan memperhatikan waktu makan dan jenis makanan yang dimakan, orang dengan diabetes dapat menghindari efek samping obat diabetes yang tidak diinginkan, terutama insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah secara cepat.

Nutrisi dan pengaturan waktu makan pada diabetes

Gizi yang seimbang penting bagi orang-orang dengan diabetes melitus. Pada diabetes tipe 1, pemakaian insulin ditentukan oleh aktivitas dan makanan (waktu makan, jumlah makanan, dan jenis makanan). Biasanya, dokter menyarankan makan tiga kali dengan porsi kecil diselingi dengan makanan ringan tiga sampai empat kali sehari setiap hari untuk menjaga kadar insulin dan gula darah tetap seimbang.

Konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak yang seimbang dapat membantu mencapai kadar gula darah yang diinginkan. Jumlah dari masing-masing zat gizi tergantung pada berbagai faktor, di antaranya adalah berat badan dan target yang ingin dicapai. Jika orang tersebut gemuk, mungkin perlu diet rendah karbohidrat, rendah lemak, atau rendah kalori untuk mencapai target gula darah. Lemak jenuh tidak boleh lebih dari 7% total kandungan dalam makanan dan hindari lemak trans.

Orang dengan diabetes perlu memberikan perhatian khusus tentang konsumsi karbohidrat karena karbohidrat lebih cepat mempengaruhi gula darah daripada protein dan lemak. Karbohidrat dapat berasal dari makanan yang manis-manis, buah-buahan, susu, yogurt, roti, sereal, nasi, pasta, kentang, dan sayuran lain.

Penting untuk memperkirakan jumlah karbohidrat dari setiap makanan atau minuman yang dikonsumsi, dan mengatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jumlah insulin dan obat-obatan yang dikonsumsi. Jika karbohidrat yang dimakan lebih banyak daripada insulin yang digunakan, kadar gula darah akan meningkat. Namun, bila terlalu sedikit karbohidrat yang dimakan, kadar gula darah akan menjadi terlalu rendah dan menimbulkan komplikasi yang gawat, yaitu hipoglikemia yangdapat berujung pada koma dan kematian bila tidak segera mendapat pertolongan. Boleh juga berkonsultasi dengan ahli gizi.

Serat juga dapat membantu mengendalikan gula darah, serta menurunkan kadar lemak jahat (LDL) dalam tubuh. Serat dapat diperoleh dari: sayur dan buah segar, kacang-kacangan, gandum, nasi merah, dll.

Alkohol dapat meningkatkan kadar gula darah karena alkohol mengandung banyak kalori.

Olahraga pada diabetes

Unsur penting lain dalam program terapi diabetes adalah olahraga. Olahraga dapat meningkatkan penggunaan insulin dan menurunkan kadar gula darah. Untuk mencegah turunnya kadar gula darh yang berlebihan, periksalah kadar gula darah sebelum olahraga dan, bila perlu, mengkonsumsi makanan ringan setengah jam sebelum olahraga. Jika mulai muncul gejala gula darah rendah (hipoglikemia), hentikan olahraga dan segeralah konsumsi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat. Tunggu 15 menit kemudian diperiksa lagi. Jika gula darah masih terlalu rendah, segera makan lagi.

Baca Juga:  3 Cara Pencegahan Kanker Hati

Olahraga membantu orang-oang dengan diabetes tipe 2 untuk menurunkan kadar gula darahnya dan dapat mencegah diabetes tipe 2 pada orang yang berisiko. Olahraga juga dapat menurunkan risiko serangan jantung atau stroke serta melancarkan sirkulasi darah. Dapat juga menghilangkan stres emosional. Kebanyakan orang dengan diabetes disarankan berolahraga sedang (misalnya jalan sehat) minimal 150 menit per minggu. Latihan kekuatan otot disarankan dua kali per minggu. Boleh juga berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis olahraga yang sesuai.

Perubahan gaya hidup pada diabetes

Orang dengan diabetes berisiko mengalami hipoglikemia atau penurunan gula darah yang terlalu jauh akibat penggunaan obat anti diabetes yang tidak tepat, makan tidak tepat waktu, maupun aktivitas yang berlebihan. Perhatikan tanda-tanda hipoglikemia, karena bila tidak segera diatasi dapat berujung pada koma atau kejang. Bila ada tanda-tanda hipoglikemia, seperti pusing, lemas, mengantuk, dsb, segera konsumsi makanan yang mengandung gula atau karbohidrat dan bila tidak membaik, segera pergi ke unit gawat darurat terdekat.

Perhatikan kebersihan gigi dan mulut. Pada diabetes, daya tahan tubuh akan menurun. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi bakteri dan jamur. Jamur biasanya bayak ditemukan di rongga mulut berupa bercak keputihan.

Diabetes juga dapat mengganggu sirkulasi darah, terutama di kaki, sehingga luka keci di kaki seringkali sulit untuk sembuh. Jika gula darah tidak terkendali, dapat juga terjadi gangguan serabut saraf sehingga kepekaan terhadap rasa nyeri berkurang, terutama di kaki. Orang dengan diabetes seringkali tidak menyadari bahwa kakinya terluka karena tidak merasakan nyeri, hingga akhirnya luka tersebut terlambat untuk diobati. Diabetes juga dapat menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah dan kulit yang kering akan lebih mudah terluka. Jadi, orang dengan diabetes perlu memperhatikan kebersihan kakinya setiap hari, menjaga kelembapan kulit, dan melindungi kaki agar tidak terluka sekecil apapun. Segera hubungi dokter bila timbul luka di kaki, apalagi jika luka tersebut sulit kering, bertambah besar, atau mengeluarkan nanah.

Apakah diabetes bisa sembuh?

Pada kenyataannya, sampai saat ini belum ditemukan metode maupun obat-obatan yang dapat meneymbuhkan diabetes, walaupun penelitian terus dilakukan untuk mencari metode yang bisa menyembuhkan diabetes. Terapi alamiah seperti yoga tidak dapat menyembuhkan diabetes. Namun, terapi seperti ini dapat menghilangkan stres emosional dan stres itu sendiri sangat berpengaruh pada kadar gula dalam darah. Suplemen tidak dapat menyembuhkan diabetes. Beberapa suplemen malah justru membahayakan bagi orang dengan diabetes karena berinteraksi dengan obat anti diabetes yang sedang dikonsumsi dan menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Namun, ada juga suplemen yang dapat meringankan gejala-gejala diabetes seperti kesemutan atau nyeri. Karena diperlukan kehati-hatian dalam penggunaan suplemen, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsinya.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, diabetes dapat dikendalikan sehingga orang dengan diabetes melitus masih dapat hidup dan berktivitas dengan optimal. Untuk mengendalikan diabetes, diperlukan hal-hal berikut.

  • Pengaturan kadar gula darah. Pelajari dan tanyakan pada dokter apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga gula darah agar tetap normal. Periksakan kadar gula darah secara teratur. Konsumsi obat diabetes sesuai petunjuk dokter. Dan seimbangkan asupan makanan dengan obat-obatan, olahraga, manajemen stres, dan kebiasaan tidur yang baik.
  • Perencanaan makan. Buat perencanaan makan, konsultasikan dengan dokter, dan laksanakan sesuai dengan apa yang telah dijadwalkan.
  • Konsumsi makanan yang sehat. Selalu bawa bekal makanan sehat bila bepergian sehingga tidak perlu jajan makanan yang tidak sehat.
  • Olahraga teratur. Olahraga dapat menjaga tubuh tetap sehat, membakar kalori, dan menurunkan kadar gula darah.
  • Pemeriksaan secara teratur. Periksakan diri ke dokter secara teratur.