Diabetes Juga Bisa Memicu Kerusakan Pada Mata

DokterSehat.Com – Penyakit diabetes termasuk dalam penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan. Penderita diabetes pun harus merelakan banyak sekali perubahan pada gaya hidup sehingga mereka tak bisa lagi menikmati banyak hal demi kesehatan tubuhnya. Biasanya, penderita diabetes akan mengalami masalah dalam penyembuhan luka. Tak hanya itu, mata juga bisa mengalami kerusakan penglihatan akibat dari munculnya penyakit ini.

doktersehat-mata-katarak-Diabetes-retinopati

Pakar kesehatan dr. Elvioza SpM(K) menyebutkan jika kerusakan pada mata yang dipicu oleh komplikasi diabetes disebut sebagai diabetes retinopati. Penderitanya akan mengalami penurunan kemampuan melihat dengan sangat signifikan akibat retina matanya yang rusak. Penderita diabetes tipe 1 memiliki resiko untuk mengalami diabetes retinopati yang berbeda-beda, tergantung dari seberapa lama mereka telah mengalami diabetes. Sebagai contoh, mreka yang sudah menderita diabetes tipe 1 selama lima tahun akan memiliki resiko terkena gangguan mata ini 25 persen, dan resiko ini semakin meningkat seiring dengan waktu. Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 akan meningkatkan resiko terkena diabetes retinopati jika penggunaan injeksi insulinnya semakin banyak. Jika seseorang menderita diabetes mellitus pada usia yang sangat muda, yakni kurang dari 30 tahun, maka resiko terkena diabetes retinopati akan sangat besar mengingat kemungkinan lamanya Ia menderita penyakit ini.

Diabetes retinopati sendiri terbagi dalam tiga tingkatan; yakni Non Proliferative Diabetic Retinopathy (NDPR), Proliferative Diabetic Retinopathy (PDR) dan Diabetic Macular Edema (DME). Tahapan NDPR adalah yang paling awal dimana penglihatan mulai kabur dan tidak jelas, sementara itu, tahapan DPR akan membuat kondisi mata hampir buta, dan pada tahapan DME, selain masalah penglihatan, mata juga mengalami pembengkakan yang sangat parah dan berbahaya.

Untuk mengatasi diabetes retinopati, penderitanya bisa melakukan terapi laser. Namun, tentu penderitanya harus melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan terapi yang tepat, khususnya yang sudah mengalami pembengkakan karena harus mendapatkan perawatan yang lebih baik.