kirim artikel kesehatan
kontak kami
direktori rumah sakit indonesia

Deteksi Kelainan Genetik pada Janin

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 7 - 01 - 2010 | 16 komentar

DokterSehat.com – Ibu hamil seringkali didera rasa khawatir akan kesehatan calon bayinya. Untuk memupus kecemasan itu, kini sudah tersedia pemeriksaan untuk mendeteksi sejak dini apakah bayi yang akan dilahirkan memiliki cacat lahir atau kelainan bawaan.

Pemeriksaan kelainan genetik pada umumnya dilakukan oleh ibu yang sebelumnya pernah melahirkan anak dengan cacat lahir atau memiliki riwayat penyakit genetik pada keluarga mereka, seperti fibrosis, thalasemia dan kelainan sel lainnya. Dengan demikian, bisa diketahui apakah bayi mereka terkena penyakit atau tidak.

Apa saja tes penyakit genetik yang dapat dilakukan oleh para ibu hamil?

Amniocentesis
Ini merupakan sebuah tes untuk mendeteksi kelainan kromosom, yang menyebabkan anak menderita down syndrom atau spina bifida. Amniocentesis biasanya dilakukan saat kehamilan memasuki trimester kedua (antara minggu ke-15 hingga minggu ke-20) atau menjelang kelahiran saat paru-paru bayi sudah terbentuk sempurna.

Pada tes ini dokter akan memasukkan jarum yang sangat kecil ke bagian dinding perut sampai masuk ke bagian rahim untuk mengambil contoh cairan ketuban dari kantong yang menyelimuti janin. Cairan ini kemudian dianalisa di laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya kelainan genetik atau kromosom. Hasil tes amniocentesis bisa diketahui dua minggu kemudian.

Chorionic villus sampling

Cara ini lebih akurat untuk mendeteksi ketidaknormalan kromosom, yang salah satunya mengakibatkan down syndrome. Metode tes ini dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah dengan menyuntikkan jarum yang sangat pipih dan kecil ke bagian perut ibu hamil untuk mengambil contoh sel dari plasenta yang disebut chorionic villi.

Cara kedua adalah dengan menggunakan kateter yang dimasukkan lewat vagina sampai ke dekat plasenta di rahim untuk mengambil contoh sel. Hasil sampel ini kemudian dianalisa di laboratorium. Chorionic villus sampling (CVS) biasanya dilakukan di awal kehamilan, yakni pada minggu ke-10 atau minggu ke-12. Hasil tes ini juga lebih akurat dan lebih cepat.

Pemeriksaan darah
Belum lama ini para peneliti dari Universitas Hongkong, China, mengenalkan teknik pemeriksaan darah untuk mengidentifikasi sejumlah kelainan penyakit bawaan pada janin. Tes ini bekerja dengan cara memeriksa DNA janin dalam darah ibu.

Setiap metode tes memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan tes ini. Beberapa penelitian menyebutkan tes yang dilakukan pada janin bisa menyebabkan keguguran atau peningkatan risiko tidak lengkapnya anggota tubuh yang terbentuk. Oleh sebab itu carilah informasi sebanyak-banyaknya dari dokter Anda!

Author: AN
Editor: acandra

GD Star Rating
a WordPress rating system
GD Star Rating
a WordPress rating system
Deteksi Kelainan Genetik pada Janin, 7.0 out of 10 based on 5 ratings




Artikel Sejenis

16 komentar | beri komentar

« Previous12Next »
  1. avatar
    vino devanta Says:
    July 18th, 2010 at 3:10 pm
    comment-top

    @Dr. Ronald Iskandar – sulit hidup di luar kandungan yang diakibatkan oleh penyakit genetik atau cacat bawaan itu tolak ukurnya apa? misal ada disfungsi organ pada janin sehingga ketika dilahirkan sudah tidak ada harapan untuk hidup…tolak ukurnya secara umum apa dok?
    dimana saya bisa cari tentang jenis atau klasifikasi penyakit genetik secara lengkap?atau dokter bisa memberi tahukan ke saya tentang klasifikasinya?
    terima kasih banyak atas bantuannya dok….

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar
    dr. Ronald Iskandar Says:
    July 19th, 2010 at 11:24 pm
    comment-top

    @vino devanta – tolok ukur umumnya adalah tidak berfungsinya organ2 vital, misal tidak ada tengkorak (anencephali), sangat prematur sehingga paru belum berfungsi, kelainan jantung berat..
    bisa anca cari di internet mengenai penyakit2 nya..thx

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    Selamat pagi, diusia kehamilan 10 minggu janin yg dinyatakan tdk berkembang jalan satu satunya apakah hrs dikeluarkan ataukah msh ada cara lain unt mempertahankan ? Terima kasik dokter…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 2

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    pada kehamilan sekitar 4 minggu saya sempat mengkonsumsi norelut dari dokter karena dikira gangguan mens setelah telat 2 bulan dan masih negatif. norelut 2×1 tablet, namun hanya saya minum 5 tablet karena sakit, saya khawatir sudah hamil. stelah 3 hari stop saya test pack ternyata positif.
    pertanyaan saya apakah ada pengaruh norelut tersebut terhadap janin saya?
    apakah bisa menyebabkan cacat terhadap janin saya?
    umur kehamilan berapa bisa diketahui kelainan pada janin. mohon dibalas. terima kasih.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 3

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    Saya saat ini hamil 20 minggu, janin di diagnosa hygroma colli dan hidrof fertalis, bs dijelaskan apa yg hrs sy putuskan selain menghentikan kehamilan, thanks

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    Dok,sy mau tanya,mhn kirax utk djawab..
    sy mens trkhr tgl 4maret,bln ni blm mens,nah sy tes kncing trnyt hslx pstif,stlh tu sy prksa usg,tp kta dkterx blm da pmbsran sm skali n blm tmpak adax janin ato plcenta,bgmana mnrt dkter dg kasus sy ni?sy bngung pdhl klo dhtung udh 1bln lbh usia khmlanx..trmksh

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
« Previous12Next »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar