Depresi Pada Kehamilan

DokterSehat.Com – Kesehatan ibu hamil tidak hanya yang berhubungan dengan fisik, ibu hamil seringkali diliputi rasa sedih, tidak dapat menerima kondisi kehamilan bahkan cenderung mengalami perasaan sendiri tidak ada temen untuk berbagi ketika usia kehamilannya semakin tua. Hal ini dialami oleh sebagian besar ibu hamil, faktor-faktor diatas dapat memicu terjadinya depresi saat kehamilan.

5

Studi tersebut melibatkan 8.200 responden wanita hamil. Para peneliti menemukan bahwa dua pertiga dari jumlah responden mengalami depresi akut, sering menangis dan bahkan mempertimbangkan bunuh diri.

Ada beberapa fakta yang harus diperhatikan wanita terkait depresi pada masa kehamilan. Pertama, wanita hamil perlu memperhatikan emosi  dengan serius. Jika perasaan tidak terasa baik atau sering merasa sedih dan cemas, sebaiknya dibicarakan dengan orang yang dipercaya, seperti dokter maupun terapis.

Kedua, harus disadari bahwa depresi bukanlah kesalahan wanita hamil. Robin Muskal PhD, penyuluh depresi postpartum dari New Jersey menyatakan bahwa wanita hamil dan pasangannya perlu memahami bahwa mereka tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau saling menyalahkan ketika terjadi perubahan mood. Ada banyak faktor yang memicu terjadinya perubahan suasana hati di masa kehamilan, namun dari semua faktor tidak ada yang disebabkan oleh wanita hamil tersebut.

Para wanita hamil yang mengalami depresi pun sebaiknya tidak menyalahkan dirinya sendiri dan merasa kesepian. Sebab kenyataannya, beragam gejala kesehatan mental adalah komplikasi yang umum terjadi di masa kehamilan maupun persalinan. Untuk itulah, pasangan harus senantiasa mendampingi wanita yang sedang hamil dan memberikan dukungan terbaiknya. Jangan juga menjadi penambah beban, dengan sering mengeluh pada pasangan yang tengah hamil. Motivasi, candaan dan kata – kata yang menenangkan bisa menjadi salah satu pelipur lara yang menurunkan peluang depresi berkelanjutan.