Depresi pada Anak

DokterSehat.Com – Anak-anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil. Dalam bidang kedokteran, anak memiliki perbedaan hampir di seluruh aspek jika dibandingkan dengan orang dewasa. Pada anak, sistem tubuh dan mental masih bertumbuh dan berkembang. Namun, walaupun jarang diketahui, sama seperti orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami depresi.

doktersehat-anak-bully-sekolah

Penyebab depresi pada anak merupakan kombinasi dari berbagai faktor: kesehatan fisik, peristiwa kehidupan, lingkungan, riwayat keluarga, dan genetik. Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan riwayat kekerasan, alkoholik, kekerasan fisik dan seksual lebih berisiko mengalami depresi.

Gejala depresi pada anak cukup bervariasi, akibatnya seringkali tidak terdiagnosis dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat karena dianggap sebagai perubahan emosi dan psikologis yang biasa terjadi selama masa pertumbuhan. Berikut adalah gejala dan tanda yang mungkin muncul pada anak yang mengalami depresi:

  • Mudah rewel, marah atau menangis
  • Tampak sedih dan tidak bersemangat secara terus menerus
  • Mudah tersinggung dan menarik diri dari keluarga atau teman bermain
  • Perubahan pola makan dan pola tidur, berkurang atau meningkat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mengeluh sakit perut atau sakit kepala yang tidak membaik dengan pengobatan
  • Berpikir untuk mati atau melakukan upaya bunuh diri

Beberapa orang tua dapat mencurigai anaknya mengalami depresi apabila terdapat perubahan pola bermain, tidak mau berangkat sekolah, menurunnya prestasi di sekolah, atau perubahan penampilan. Pada anak yang lebih tua mungkin terdapat keterlibatan dengan obat-obatan terlarang atau alkohol.

Bila Anda mengenali suatu gejala depresi pada anak selama sedikitnya dua minggu, Anda bisa segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Informasi tambahan dari pengasuh anak, guru, dan teman anak dapat berguna untuk membantu mengetahui adanya perubahan perilaku dan kemungkinan penyebab depresi pada anak. Pemeriksaan status mental menggunakan serangkaian kuesioner dapat menunjukkan gangguan obsesif kompulsif atau ADHD yang seringkali menyertai depresi pada anak.

Baca Juga:  Rahasia Jantung Sehat Dibalik Angkak Merah

Penting bagi orang tua untuk tidak menyangkal dan menunda mencari pertolongan bagi anak yang mengalami depresi. Terapi untuk depresi pada anak penting untuk dilakukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Terapi untuk depresi pada anak yang terutama yaitu psikoterapi (konseling) dan obat-obatan jika diperlukan.

Source: WebMD