Depresi Kini Bisa Berasal Dari Penggunaan Sosial Media

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan jika kini semakin banyak orang yang kecanduan menggunakan ponsel, khususnya dalam menikmati fitur sosial media. Disamping mendapatkan informasi dengan cepat, media sosial juga bisa menjadi sarana komunikasi yang sangat menyenangkan. Dibalik kemudahan yang ditawarkan ini, kecanduan sosial media ternyata diyakini bisa menyebabkan masalah besar bagi psikologis seseorang. Sebuah survei yang dilakukan pada lebih dari 1.700 orang dewasa dari umur 19-32 tahun menyebutkan jika mereka yang aktif menggunakan media sosial, mereka akan lebih mudah mengalami depresi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-main-handphone-tidur-malam

Sosial media memang memiliki tujuan agar setiap orang semakin mudah terkoneksi. Sayangnya, dengan banyak menggunakan sosial media, maka kita justru akan lebih mudah merasa kesepian. Pakar psikologis Sydney Engelberg menyebutkan jika tanpa kita sadari, melihat orang lain bersenang-senang dengan orang lain sementara kita hanya duduk melihat postingan di media sosial bisa berdampak pada rasa kesepian dan kurang diperhatikan. Selain itu, melihat postingan orang lain, khususnya saat melakukan kegiatan yang menyenangkan layaknya berlibur atau bahkan mendapatkan pasangan, ternyata bisa membuat seseorang iri atau bahkan kecewa pada kehidupannya sendiri. Bahkan, banyak dari mereka yang bekerja keras hingga melewatkan banyak waktu tanpa keluarga atau teman-teman bisa merasa sangat kecewa jika melihat postingan orang lain di media sosial.

Selain melihat postingan dari orang lain, media sosial juga memberikan banyak informasi dengan cepat. Sayangnya, kini informasi yang dituangkan justru lebih sering merupakan kabar buruk atau bahkan kebencian yang bisa membuat pikiran menjadi lebih panas. Tanpa kita sadari, hal ini akan membuat kesehatan mental kita terganggu, apalagi jika kita tidak setuju dengan pendapat seseorang atau berita yang mengewakan dalam hal politik, ekonomi, atau bahkan berita lainnya.

Baca Juga:  Alveolar osteitis, Sakit di Daerah Bekas Pencabutan Gigi

Jika kita mengalami gejala-gejala ini, maka potensi mendapatkan depresi karena media sosial akan meningkat. Ada baiknya kita mengambil rehat sejenak untuk tidak melihat media sosial, walaupun itu hanya satu hari dan menghabiskannya untuk berrekreasi, menikmati waktu dengan teman-teman atau keluarga, atau sekadar beristirahat seharian. Dengan memberikan jeda, kita akan membuat pikiran menjadi lebih rileks dan resiko mendapatkan depresi karena sosial media pun bisa dihindari.