Dengarkan Musik Sebelum Kita Tidur Untuk Mencegah Pikun

DokterSehat.Com – Salah satu masalah kesehatan yang banyak didapatkan oleh para lansia adalah pikun. Pikun sendiri bisa dijabarkan sebagai kondisi dimana kita akan mudah lupa akan berbagai hal, khususnya pada hal-hal yang sepele. Sayangnya, kini banyak kaum dewasa atau kaum muda yang juga beresiko mengalami pikun atau penurunan fungsi memori sejak dini. Hal ini tentu bisa berpengaruh besar pada kualitas hidup. Untungnya, berdasarkan penelitian kesehatan terbaru, masalah pikun ternyata bisa dicegah dengan cara yang menarik, yakni mendengarkan musik sebelum tidur.

doktersehat-tidur-wanita

Penelitian ini sendiri dilakukan di Jerman, yakni di University of Tubingen. Dari penelitian ini, diketahui jika musik bisa menstimulasi auditori yang pada akhirnya bisa membuat memori otak pun meningkat. Terdapat 11 partisipan yang dilibatkan pada penelitian ini. Para partisipan pun mendapatkan rangsangan suara buatan pada malam-malam yang berbeda. Hasilnya adalah, saat mendengarkan rangsangan suara, otak partisipan pun mulai terstimulasi dan mencoba menyesuaikan diri dengan ritme suara. Setelah itu, para partisipan akan cenderung lebih mudah mengingat berbagai kata yang sebelumnya telah dipelajari.

Salah seorang pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, dr. Jan Born, menyebutkan jika stimulasi auditori dengan intensitas yang rendah ternyata juga bisa membuat kita meningkatkan ritme tidur. Hal ini berarti, dengan mendengarkan musik, kita juga bisa meningkatkan kualitas istirahat kita setiap malamnya.

Hanya saja, perlu diingat bahwa musik yang sebaiknya kita perdengarkan untuk mencegah munculnya masalah pikun adalah musik-musik yang lembut dan santai sebelum tidur. Dengan mendengarkan musik ini, khususnya dengan suara volume yang cenderung lembut, memori pada otak pun akan cenderung terus meningkat, bahkan saat kita sudah beranjak tidur. Hanya saja, ingatlah bahwa mendengarkan musik ini sebaiknya via speaker, bukan via headphone atau earplug yang tentu akan sangat kurang baik bagi kesehatan.