Demam dan Penyebabnya

DokterSehat.Com – Demam (disebut juga pireksia) adalah suhu tubuh yang lebih tinggi daripada normal. Demam merupakan gejala yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Demam biasanya terjadi sebagai respon terhadap adanya infeksi atau peradangan. Namun, demam juga dapat ditimbulkan oleh penyebab lain seperti obat-obatan, racun, kanker, paparan suhu panas, cedera atau kelainan otak, atau penyakit hormonal. Demam seringkali disertai dengan gejala lain yang dapat membantu menunjukkan penyebabnya.

doktersehat-anak-sakit-panas-hepatitis

Suhu tubuh normal bervariasi, tergantung pada individu, waktu, dan bahkan cuaca. Pada kebanyakan orang, suhu tubuh normal sekitar 37ºC. Suhu tubuh diatur oleh bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Hipotalamus menjaga suhu tubuh agar tetap normal dengan mekanisme pemanasan, misalnya menggigil dan metabolisme, dan mekanisme pendinginan, misalnya berkeringat dan pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit.

Demam terjadi ketika respon imun tubuh dipicu oleh pirogen (zat yang menyebabkan demam). Pirogen biasanya berasal dari luar tubuh dan dapat merangsang produksi pirogen tambahan di dalam tubuh. Pirogen ini memberikan sinyal kepada hipotalamus agar menaikkan ambang panas tubuh. Sebagai responnya, tubuh mulai menggigil, pembuluh darah mengecil, yang merupakan upaya mekanisme pemanasan yang dilakukan tubuh untuk mencapai ambang panas yang abnormal tersebut.

Suhu tubuh biasanya diukur dengan alat yang dimasukkan atau ditempelkan pada lubang anus, mulut, ketiak, kulit, atau telinga. Alat yang umum digunakan adalah termometer air raksa, meskipun sekarang ini juga sudah ada termometer digital yang lebih praktis dan aman. Pengukuran suhu di mulut biasanya dilakukan pada orang dewasa, terutama lansia, sedangkan pengukuran di lubang anus biasanya dilakukan pada bayi dan anak-anak. Pengukuran suhu di lubang anus lebih akurat karena suhu di area ini lebih jarang terpengaruh oleh suhu lingkungan. Suhu di lubang anus biasanya sekitar 0,6ºC lebih tinggi daripada suhu di mulut. Seseorang dikatakan demam apabila suhu tubuh lebih dari atau sama dengan 38ºC.

Penyebab demam
Virus
Virus merupakan penyebab demam yang paling sering pada orang dewasa. Gejala penyertanya bisa meliputi hidung berair, sakit tenggorokan, batuk, suara serak, dan nyeri otot. Virus juga dapat menyebabkan diare, muntah, atau nyeri perut. Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh virus dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Antibiotik tidak dapat membunuh virus. Obat yang dikonsumsi hanya bertujuan untuk meredakan gejala, misalnya obat penurun panas dan obat batuk. Jika mengalami diare atau muntah, penderita harus minum air dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Penyakit karena virus biasanya berlangsung selama satu sampai dua minggu.

Bakteri
Bakteri dapat menyerang organ manapun di dalam tubuh. Bakteri dapat dihilangkan dengan antibiotik. Infeksi bakteri pada sistem saraf pusat (otak dan medula spinalis) dapat menyebabkan demam, nyeri kepala, dan penurunan kesadaran. Infeksi pada saluran napas dapat menimbulkan gejala seperti hidung berair, nyeri tenggorokan, batuk, sesak napas, dan kadang-kadang nyeri dada. Infeksi pada saluran kemih dapat menyebabkan rasa nyeri saat berkemih, air seni bercampur darah, lebih sering buang air kecil, dan nyeri pinggang. Infeksi bakteri pada sistem pencernaan ditandai dengan adanya diare, muntah, nyeri perut, dan kadang-kadang disertai tinja bercampur darah. Infeksi pada kulit akan memberikan gambaran kulit merah, bengkak atau muncul benjolan, teraba hangat, keluar nanah, atau terasa nyeri. Infeksi bakteri yang berat akan terjadi jika bakteri masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh menyebabkan suatu kondisi yang disebut dengan sepsis.

Baca Juga:  Pria Impoten Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Jamur
Jamur juga dapat menyerang organ manapun di dalam tubuh. Untuk mengatasinya, diperlukan obat anti jamur.

Obat-obatan
Demam yang terjadi sesaat setelah memulai suatu pengobatan mungkin disebabkan oleh obat itu sendiri, jika tidak ditemukan penyebab lainnya. Demam karena obat-obatan seharusnya akan menghilang apabila penggunaan obat-obatan yang menyebabkan tersebut dihentikan. Obat-obatan yang dapat memicu demam antara lain: antibiotik beta laktam, procainamide, isoniazid, alfa metildopa, quinidine, dan difenilhidantoin.

Sumbatan pembuluh darah
Pada pembuluh darah yang tersumbat, dapat terjadi reaksi peradangan sehingga akan menyebabkan demam.

Tumor
Tumor ganas dapat menyebabkan demam melalui berbagai cara. Beberapa jenis tumor mampu menghasilkan pirogen sendiri sehingga menimbulkan demam. Beberapa tumor dapat mengalami infeksi sehingga terjadi demam. Tumor-tumor di otak, terutama di hipotalamus dan area sekitarnya, dapat mengganggu fungsi pengaturan suhu tubuh. Obat-obat antikanker juga ada yang bisa menyebabkan demam. Selain itu, pada penderita kanker, sistem kekebalan tubuhnya cenderung menurun sehingga mudah mengalami infeksi.

Lingkungan
Suhu tubuh dapat meningkat sangat tinggi jika tubuh kepanasan. Keadaan ini disebut hipertermia. Keadaan ini dapat terjadi karena olahraga yang berlebihan atau ketika tubuh terpapar cuaca panas atau kering. Orang dengan hipertermia memiliki suhu tubuh yang sangat tinggi dan tidak bisa berkeringat. Hipertermia merupakan suatu keadaan darurat. Orang yang mengalami hipertermia harus segera didinginkan.

Kondisi medis khusus
Banyak orang yang memiliki penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh mereka tidak berfungsi secara normal. Ada yang memiliki daya tahan tubuh yang sangat rendah sehingga mudah mengalami infeksi. Ada juga yang menderita penyakit autoimun (yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri), misalnya lupus eritematosus sistemik, yang dapat juga menimbulkan demam.

Kapan kita harus menghubungi ke dokter?
Segera hubungi dokter, jika terjadi hal-hal berikut.

  • Suhu 38ºC atau lebih.
  • Demam terjadi selama lebih dari tujuh hari.
  • Gejala yang muncul semakin memburuk.
  • Muncul gejala tambahan seperti penurunan kesadaran atau mudah mengantuk, kaku leher, nyeri kepala hebat, nyeri tenggorokan, ruam, nyeri dada, sesak napas, muntah berulang kali, nyeri perut, tinja bercampur darah, nyeri saat buang air kecil, kaki bengkak, atau ada benjolan kemarahan di kulit.
  • Orang dengan kondisi medis khusus, seperti HIV atau kanker, harus segera menghubungi dokter bila mengalami demam, meskipun gejala yang timbul hanya bersifat ringan.

Dikutip dengan perubahan seperlunya dari: emedicinehealth