kirim artikel kesehatan
kontak kami
direktori rumah sakit indonesia

DBD, Waspadai Kadar Hematokrit Pasien

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 17 - 02 - 2012 | 4 komentar

DokterSehat.com – Ketika seseorang terinfeksi virus demam berdarah dengue, nilai trombosit dari pemeriksaan darah dinilai sangat penting. Padahal, peningkatan hematokrit jauh lebih penting dalam menentukan kegawatan suatu kasus demam berdarah dengue. Nilai hematokrit menjadi penanda adanya kebocoran plasma yang bisa berakibat fatal.

Menurut ahli penyakit infeksi tropis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, kebocoran plasma terjadi karena keluarnya cairan plasma darah dari pembuluh darah ke jaringan pembuluh darah. “Kebocoran itu menyebabkan darah menjadi pekat yang bisa dilihat dari naiknya nilai hematokrit,” katanya dalam acara Pocari Sweat Conference 2012 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kebocoran plasma biasanya terjadi pada hari ketiga hingga keempat. Ini juga menjadi masa kritis karena kebocoran plasma yang tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan syok atau kematian. Peningkatan hematrokit memerlukan tindakan darurat yang cepat.

“Akibat adanya bocoran di pembuluh darah kapiler tadi tubuh berupaya menutup celah itu dengan bantuan trombosit, sehingga kadar trombosit pun menjadi rendah,” papar dokter yang banyak meneliti tentang demam berdarah dan penyakit infeksi tropis ini.

Jumlah trombosit yang rendah atau kurang dari 100.000 per mm3 juga berpengaruh terhadap terjadinya perdarahan. “Yang juga perlu diwaspadai adalah jika mulai muncul bintik merah di kulit karena itu merupakan penanda sel-sel darah merah sudah keluar dari pembuluh darah,” paparnya.

Salah satu cara mencegah perburukan penyakit akibat kebocoran plasma darah itu pasien harus mendapatkan cukup cairan. “Karena darahnya pekat bisa diatasi dengan meningkatkan asupan cairan sehingga darah lebih encer,” imbuhnya.

Penanganan DBD, menurut Leonard, pada dasarnya disesuaikan dengan gejala pasien. “Penyakit ini belum ada obatnya karena disebabkan oleh virus maka biasanya akan sembuh sendiri. Pemberian obat biasanya hanya penurun demam atau anti mual sesuai keluhan pasien,” katanya.

Sumber : kompas.com

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 6.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0 (from 0 votes)
DBD, Waspadai Kadar Hematokrit Pasien, 6.0 out of 10 based on 1 rating




Artikel Sejenis

  • Tidak Ada Artikel Sejenis

4 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    ..info yang sangat bagus.. saya mau tanya, apa yang menyebabkan kebocoran pada pembuluh darah kapiler yang mengakibatkan keluarnya plasma darah ?… mohon penjelasannya….
    terima kasih…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    infonya sangat bermanfaat n menarik coz sekarang dah banyak terkena DBD, trus gmn supaya hematokrit tersebut normal??
    apakah ada alternatifnya secara tradisional coz banyak masyarakat sekarang yang tidak mau atau tidak suka minum obat yang berbahan kimia…?
    mksih..,

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar
    kutu rambut Says:
    February 24th, 2012 at 4:32 pm
    comment-top

    MAAF INFO: “TUMBONAN”, adalah obat Pemberantas kutu rambut tanpa di bilas, cukup semprot sisir selesai….!!, aman di mata dan aman untuk dipakai anak2 segala umur, hub : 085234971101
    Untuk artikel, cara order dll bisa di baca di http://www.tumbonan.blogspot.tumbonan

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar
    kutu rambut Says:
    February 24th, 2012 at 6:10 pm
    comment-top

    MAAF INFO: “TUMBONAN”, adalah obat Pemberantas kutu rambut tanpa di bilas, cukup semprot sisir selesai….!!, aman di mata dan aman untuk dipakai anak2 segala umur, hub : 085234971101
    Untuk artikel, cara order dll bisa di baca di http://www.tumbonan.blogspot.c…o…m

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar