Darah Menggumpal dan Nyeri Saat Haid

haid-dua-kali-sebulan-doktersehat

DokterSehat.com – Haid biasanya terjadi selama 6-7 hari. Pada periode tersebut tubuh akan mengeluarkan darah melalui vagina. Biasanya gumpalan darah yang keluar berwarna merah cerah atau merah tua dan pekat.

Gumpalan darah ini biasanya keluar saat haid masih “deras-derasnya” atau saat perdarahan yang terberat. Keluarnya gumpalan darah haid secara berulang ini membuat darah haid Anda terlihat lebih kental ketimbang biasanya.

Sebenarnya tubuh melepaskan zat yang bisa mencegah pembekuan darah yang berfungsi mencegah darah haid menjadi gumpalan saat keluar. Tapi, saat awal haid biasanya darah yang keluar lebih banyak sehingga zat pencegah pembekuan darah (antikoagulan) tidak cukup waktu untuk bekerja. Akibatnya gumpalan darah haid seperti daging.

Kondisi ini sebenarnya normal saja dialami tiap wanita, terutama jika keluar gumpalan darah saat haid terjadi pada hari-hari pertama. Tapi, keluarnya darah secara berlebihan dan terus menerus bisa jadi mengakibatkan anemia. Jika jumlah gumpalan darah yang keluar tidak normal dan lebih dari masa haid yang normal sekitar 6-7 hari, maka sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter agar mengetahui penyebab sebenarnya.

Penyebab darah haid menggumpal

Sebagian besar wanita usia subur akan melepaskan lapisan rahimnya setiap 28 hingga 35 hari. Lapisan uterus disebut juga endometrium.

Endometrium tumbuh dan mengental sepanjang bulan sebagai respons terhadap estrogen, hormon wanita. Tujuannya adalah untuk membantu mendukung telur yang dibuahi. Jika kehamilan tidak terjadi, acara hormonal lainnya memberi sinyal pada lapisan untuk ditumpahkan. Ini disebut menstruasi, juga dikenal sebagai periode menstruasi atau periode.

  • Ketika lapisan dilepaskan, itu bercampur dengan:
  • Darah
  • Produk sampingan dari darah
  • Lendir

Campuran ini kemudian dikeluarkan dari rahim melalui leher rahim, dan keluar vagina. Serviks adalah pembukaan rahim.

Sebagai dinding uterus, tempat di dasar rahim, menunggu servik berkontraksi dan mengeluarkan isinya. Untuk membantu dalam pemecahan darah dan jaringan menebal ini, tubuh melepaskan antikoagulan untuk mengencerkan bahan dan memungkinkannya untuk melewati lebih bebas. Namun, ketika aliran darah melampaui kemampuan tubuh untuk menghasilkan antikoagulan, gumpalan menstruasi dilepaskan.

Pembentukan gumpalan darah ini paling sering terjadi selama aliran darah berat. Bagi banyak wanita dengan aliran normal, hari-hari aliran berat biasanya terjadi di awal periode dan berumur pendek. Aliran Anda dianggap normal jika pendarahan menstruasi berlangsung 4 hingga 5 hari dan menghasilkan 2 hingga 3 sendok makan darah atau kurang.

Untuk wanita dengan aliran yang lebih berat, pendarahan yang berlebihan dan pembentukan bekuan bisa diperpanjang. Sepertiga wanita mengalir begitu deras hingga mereka berendam melalui pad atau tampon setiap jam selama beberapa jam.

Jenis Nyeri Haid

Selain itu, sakit pinggang saat haid juga sering dialami kaum hawa. Menurut dr Judi Januadi Endjun, SpOG, dismenorea atau nyeri haid ada dua jenis, yakni dismenorea primer dan dismenorea sekunder.

1. Dismenorea primer

Nyeri haid muncul bukan karena kelainan anatomis organ kandungan, melainkan karena gangguan fungsi fisiologi, misalnya gangguan hormon.

Pemeriksaan USG bisa dijalani untuk memastikan ada tidaknya kelainan anatomis organ kandungandan analisi hormon, terutama kadar prostaglandin darah.  Dismenorea primer biasanya dapat hilang dengan sendirinya setelah melahirkan atau setelah gangguan hormon dihilangkan dengan pengobatan hormonal.

2. Dismenorea sekunder

Dismenorea sekunder bisa ditemukan kelainan di organ kandungan, seperti adenomiosis atau mioma uteri pada rahim dan kista endometriosis pada indung telur atau kelainan bawaan rahim seperti rahim bersekat atau ada dua.

Penanganan dismenorea sekunder jauh lebih sulit dan mungkin saja memerlukan tindakan pembedahan atau bahkan tidak dapat disembuhkan kecuali dengan pengangkatan rahim secara keseluruhan (histerektomi).