Dampak Positif dan Negatif dari Masturbasi

Doktersehat-Dampak-Positif-dan-Negatif-dari-Masturbasi
Photo Source: pinterest.com

DokterSehat.Com – Masturbasi merupakan salah satu cara merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kegiatan masturbasi dapat dilakukan pria maupun wanita. Pria umumnya melakukannya dengan meraba penis, sementara wanita menyentuh dan memainkan klitoris serta area di sekitar vagina.

Pada kondisi tertentu, seperti disfungsi seksual, masturbasi bisa direkomendasikan oleh terapis sebagai cara mendapatkan orgasme bagi wanita atau menunda klimaks pada pria. Selain itu, masturbasi juga dilakukan untuk melepaskan ketegangan seksual yang menumpuk setelah sekian lama, terutama pada orang tanpa pasangan atau yang pasangannya tidak dapat melakukan hubungan seksual karena sesuatu hal.

baca juga: 3 Mitos Masturbasi yang Aneh dan Masih Banyak Dipercaya

Selain memperoleh kenikmatan, tahukah Anda manfaat lain dari masturbasi? Berikut ini manfaat melakukan masturbasi yang bisa Anda dapatkan, di antaranya:

  • Membuat Anda lebih rileks.
  • Lebih menyenangkan mencapai klimaks.
  • Membuat Anda lebih mudah tidur.
  • Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
  • Mencegah penularan penyakit menular seksual.
  • Meringankan kram.
  • Masturbasi dapat mengaktifkan saraf organ kelamin, hal ini bermanfaat untuk memperbaiki masalah keringnya cairan pada vagina yang kerap dialami oleh wanita dengan usia lanjut.
  • Meningkatkan metabolisme dan merangsang produksi endorfin, zat kimia otak yang membantu meringankan rasa sakit dan stres.
  • Bagi wanita yang memiliki masalah sulit orgasme, masturbasi adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkannya.
  • Masturbasi juga dapat membantu memperkuat otot di daerah panggul dan dubur, yang dapat mengurangi kemungkinan inkontinensia dan prolaps rahim.

Selain bebeberapa manfaat di atas, masturbasi tidak akan berdampak kepada kemampuan pria dalam memproduksi sperma. Sperma dapat diproduksi terus-menerus oleh pria. Ketika mengalami ejakulasi setelah melakukan masturbasi, memang dibutuhkan waktu sebelum pria dapat berejakulasi kembali. Ini adalah sesuatu yang normal

Pada perempuan hamil, masturbasi dapat membantu melepaskan ketegangan seksual akibat hormon yang berubah-ubah dan memengaruhi gairah seksual selama masa kehamilan. Masturbasi pada saat hamil dapat mengurangi sakit punggung dan kram yang kerap dirasakan atau muncul.

Jika kehamilan Anda tergolong berisiko, masturbasi mungkin tidak direkomendasikan sehingga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan lebih dulu.

Selain itu, efek masturbasi lainnya adalah membantu Anda memahami apa yang Anda sukai dan apa yang tidak. Masturbasi pada wanita dapat membantu mengetahui bagaimana cara mencapai orgasme. Berbeda dengan masturbasi pada pria yang umumnya dilakukan mulai usia muda, masturbasi pada wanita umumnya dilakukan di usia dewasa.

Selain menyentuh dan memainkan klitoris dengan tangan, masturbasi pada wanita juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu seks, bahkan dengan cara menjepit atau merapatkan kedua paha dengan gerakan berirama. Sebagian wanita dapat mencapai orgasme saat melakukan masturbasi tanpa kontak kelamin, yakni dengan menstimulasi payudara dan puting mereka.

Dampak Negatif Masturbasi

Bagaikan dua sisi mata uang, masturbasi juga memiliki dampak negatif, di antaranya:

  • Bila Anda sering melakukan masturbasi maka Anda akan butuh waktu yang relatif lama untuk mencapai kepuasan. Oleh sebab itu, bila Anda merasa nyaman dengan masturbasi sebaiknya berilah jeda.
  • Dampak negatif onani adalah menurunkan jumlah sperma. Jumlah sperma yang berkurang dapat menurunkan peluang Anda untuk mendapatkan anak.
  • Dampak negatif onani lainnya adalah sering kali aktivitas ini melukai alat kelamin Anda sendiri. Tekanan yang kasar dan terlalu seringnya melakukan masturbasi hal itu bisa menyebabkan alat kelamin tergores.
  • Gerakan tangan yang terlalu kuat juga bisa mengakibatkan pembengkakan pada organ genital. Meski begitu, efek masturbasi ini adalah sesuatu yang jarang terjadi.
  • Meski mampu meredakan ketegangan, akibat masturbasi lanjutan adalah menurunkan semangat Anda melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Kecanduan atau adiksi terhadap masturbasi.
  • Meningkatkan resiko kanker prostat.

Masturbasi yang dilakukan dengan frekuensi tinggi dan kasar dapat menyebabkan iritasi kulit ringan. Menekuk penis yang sedang ereksi secara paksa juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah sehingga membuat penis tampak bengkak dan berwarna ungu.

Sementara itu, banyaknya mitos seputar masturbasi membuat seseorang menjadi khawatir untuk melakukannya. Beberapa pakar seksual justru menyarankan untuk melakukan masturbasi bila libido memuncak sementara Anda belum terikat tali pernikahan.

Hal ini bertujuan untuk menekan tindakan kekerasan seksual seperti pemerkosaan akibat gairah seks yang terlalu tinggi.

baca juga: Masturbasi Bersama Pasangan, Alternatif Aktivitas Ranjang yang Jarang Dicoba

Salah satu mitos yang beredar di masyarakat mengatakan, akibat sering masturbasi atau onani bisa mengakibatkan ejakulasi dini. Tapi, banyak kalangan yang berpendapat masih kurang bukti untuk membenarkan hipotesa ini.

Pada dasarnya, masturbasi termasuk aktivitas yang normal. Namun jika terlalu sering melakukannya hal itu juga dapat menimbulkan gangguan. Pada akhirnya, dampak masturbasi bisa membahayakan kehidupan seksual Anda bersama pasangan.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami cedera atau ketergantungan untuk melakukan masturbasi.