Dampak Buruk Stres Terhadap Otak

DokterSehat.Com – Kita semua pasti akrab dengan kata stres. Stres dapat terjadi setiap hari dan bisa datang dalam berbagai bentuk. Stres di lingkungan keluarga, pekerjaan ataupun sekolah dapat terjadi mungkin karena masalah kesehatan, keuangan ataupun hubungan interpersonal. Saat kita menghadapi sebuah masalah atau ancaman, tubuh dan pikiran akan ikut bereaksi antara keduanya berusaha untuk menghadapi masalah tersebut ataupun menghindari masalah.

doktersehat-lesi-otak-delirium-penurunan-fungsi

Anda mungkin pernah mendengar bagaimana efek samping dari stres terhadap tubuh dan pikiran seseorang. Stres dapat menimbulkan permasalahan pada fisik seperti sakit kepala dan nyeri dada. Stres uga dapat merusak mood seseorang seperti menimbulkan kecemasan atau kesedihan. Bahkan jika stres berada di level yang sudah cukup parah dapat mempengaruhi masalah perilaku dari makan secara berlebihan hingga marah yang meledak-ledak.

Apa yang Anda mungkin tidak tahu adalah bahwa stres juga dapat memiliki dampak serius pada otak. Saat mengalami stres, otak Anda akan berjalan melalui serangkaian reaksi (beberapa reaksi baik dan yang lainnya berdampak buruk) yang secara otomatis akan bekerja untuk melindungi seseorang dari potensi ancaman.

Para peneliti telah menemukan bahwa kadang-kadang stres dapat membantu mempertajam cara berpikir dan meningkatkan kemampuan untuk mengingat tentang apa yang terjadi. Dalam kasus lain, stres dapat menghasilkan berbagai efek negatif pada otak mulai dari masalah penyakit mental hingga menyusutnya volume otak.

Nah, sementara itu, untuk lebih jauh lagi mengetahui apa saja dampak buruk yang dapat mempengaruhi otak akibat stres yang terjadi, kita simak dibawah ini :

  • Stres melemahkan daya ingat
    Kenaikan tingkat glukokortikoid akibat stres yang berkepanjangan akan berepngaruh pada melemahnya daya ingat seseorang. Hal ini terjadi disebabkan karena ujung saraf yang lebih tua merasakan kesulitan utnuk berhubungan dnegan sel-sel otak yang baru. Selain itu, stres yang sering terjadi akan semakin mempersulit otak dalam mengirimkan informasi atau feedbacknya, sehingga menyebabkan kehilangan ingatan dalam jangka pendek. Yang pada akhirnya, hal ini akan dapat menyebabkan timbulnya alzheimer dan dimensia pada manusia.
  • Stres menyebabkan penyusutan otak
    Kondisi stres yang terjadi akan dapat menyebabkan komposisi otak yang terenggut, sehingga membuat daerah hippocampus orak menyusut beberapa tempo. Kondisi seperti ini lebih sering terlihat pada korban tauma atau kekerasan. Penyusutan otak dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk mengingat sesuatu dan sulit berkonsentrasi. Hla ini pula yang mengganggu keterampulan motorik dan membuat seseorang kesulitan utnuk merancanakan sesuatu.
  • Stres lebih mungkin membuat saraf terjepit
    Tugas dari kantor atau sekolah yang begitu banyak atau terlalu berat memikirkan sesuatu akan mungkin membaut seseorang mudah mengalami stres. Namun tahukah anda stres dapat mengurangi sirkulasi darah di otak secara drastis, sehingga dapat meningkatkan resiko menderita stroke. Saraf pada pembuluh darah akan mulai mengalami penyusutan atau terjepit secara bersamaan. Jika hal ini terjadi, maka akan dapat menghalangi pasokan darah, nutrisi serta oksigen ke otak serta menghambat kemampuan otak untuk menyembuhkan dirinya sendiri dengan lebih cepat.