Dampak Buruk Permainan Video Game pada Anak

doktersehat-video-game
Photo Credit: Rebecca Pollard

DokterSehat.Com– Permainan video game dan acara televisi yang mengandung kekerasan dapat memengaruhi kondisi kejiwaan anak. Sebagai orang tua, Anda perlu waspada jika anak Anda menyukai permainan video game bertema kekerasan.

Photo Credit: Rebecca Pollard

Yang perlu diwaspadai dari video game

Beberapa permainan video game memang memiliki konten positif dan edukatif sehingga baik bagi perkembangan anak. Namun faktanya banyak permainan video game yang mengandung unsur kekerasan. Anak yang terlalu sering melihat unsur kekerasan dalam video game dapat memengaruhi perilakunya sehari-hari.

Anda perlu waspada pada permainan video game yang fokus pada membunuh binatang atau orang karena anak dapat terpengaruh untuk melakukan hal yang sama. Demikian juga dengan penggunaan minuman keras dan obat-oabatan terlarang dalam permainan tersebut.

Efek negatif permainan video game pada anak

Dilansir dari momjunction, beberapa efek negatif permainan video game khususnya yang mengandung unsur kekerasan antara lain:
1. Kemampuan sosial yang buruk
Anak yang terlalu lama bermain video game merasa bahwa dunia ini sangat menyenangkan dan mengabaikan dunia nyata. Anak-anak juga akan lebih sedikit bertemu orang-orang dan kurang pandai bersosialisasi.

2. Kurang waktu bersama keluarga
Jika anak terlalu asyik dengan permainan video game, ia dapat menghabiskan seluruh waktunya di depan layar dan jarang berkomunikasi dengan keluarga. Hal ini dapat membuat hubungan keluarga tidak harmonis, juga memengeruhi nilai akademisnya di sekolah.

3. Memicu obesitas
Menghabiskan waktunya untuk bermain video games dapat menyebabkan anak kurang olahraga dan aktivitas fisik yang memicu kegemukan.

Yang perlu dilakukan orang tua jika anaknya kecanduan video game

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah dampak buruk video game, di antaranya:
1. Ikut terlibat dalam pemilihan game yang dimainkan, jika perlu dampingi dan awasi anak saat bermain.
2. Beri batasan durasi permainan video game. Misal, anak hanya boleh bermain di akhir pekan.
3. Ajak anak untuk bermain di luar atau mencoba kegiatan baru seperti bermain sepak bola, memancing, naik gunung, dan sebagainya.