Dampak Buruk Makan Burger 3 Kali Seminggu

doktersehat makan junk food
photo credit: Pexels by Twenty20

DokterSehat.Com– Burger adalah salah satu makanan cepat saji yang digemari oleh banyak orang, khususnya anak muda. Tak hanya enak, burger juga bisa memberikan sensasi kenyang. Sayangnya, sebagaimana junk food lainnya, burger juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi.

Dilansir dari The Sun, para peneliti dari Tiongkok menemukan fakta mengejutkan tentang kebiasaan mengonsumsi burger, yakni jika kita tiga kali memakannya dalam seminggu, maka risiko untuk terkena asma akan meningkat dengan signifikan. Menurut para peneliti, hal ini disebabkan oleh adanya kaitan antara kandungan di dalam junk food dengan kondisi paru-paru kronis, masalah kesehatan yang kini mempengaruhi 5 juta orang di Inggris.

Para peneliti yang diketahui berasal dari Sichuan University ini juga menyebutkan bahwa burger ternyata bisa memicu mengi dan alergi.

“Dalam beberapa puluh tahun terakhir, makanan cepat saji telah menjadi komponen yang penting dalam diet manusia, khususnya bagi masyarakat Barat dari negara dengan pendapatan tinggi. Sayangnya, dibalik rasanya yang enak, makanan cepat saji terkait dengan kualitas diet yang sangat buruk, konsumsi kalori berlebihan, dan bisa menyebabkan masalah berat badan atau obesitas bagi anak-anak dan remaja,” ucap salah satu peneliti.

“Tanpa kita sadari, obesitas ternyata ikut menjadi faktor yang menyebabkan asma dan alergi. Selain itu, pola makan yang buruk juga berkontribusi dalam pengembangan asma atau mengi. Sebagai contoh, kandungan lemak jenuh dalam burger bisa mengaktifkan reseptor yang bisa membuat tubuh mengeluarkan zat kimia pro-peradangan yang akhirnya bisa memicu penyakit pernapasan kronik,” lanjutnya.

Alih-alih mengonsumsi burger dan junk food lainnya, ada baiknya kita rutin mengonsumsi makanan sehat dengan kadar gizi yang seimbang dan tidak melupakan asupan sayur dan buah-buahan demi mendapatkan kandungan antioksidan dan anti peradangan yang justru bisa menurunkan risiko terkena asma.